(Taiwan, ROC) --- Perkembangan terbaru kasus pembunuhan mutilasi di Kaohsiung, tersangka bermarga Zhang (張姓) dilaporkan memiliki catatan kematian berupa lembaran kertas yang mencatat nama dan informasi kontak korban.
Senin kemarin (10/2) media melaporkan bahwa daftar catatan kematian telah bertambah menjadi 10 orang, tetapi sebagian hanya berupa julukan dengan tulisan tangan yang tidak jelas.
Otoritas kepolisian Kaohsiung juga telah merespons mengenai kemungkinan adanya korban yang belum teridentifikasi.
Menurut rangkuman dari media-media berbahasa Mandarin, aparat polisi telah menemukan sekitar 10 orang dalam daftar catatan kematian tersebut.
Sebelumnya telah dikonfirmasi bahwa wanita keempat yang terdapat dalam catatan Zhang tinggal di wilayah selatan Taiwan. Polisi pun segera mencari dan memastikan bahwa dia dalam keadaan aman.
Selain itu, banyak nama lain yang hanya berupa julukan, nama depan atau nama keluarga saja, sehingga membutuhkan waktu untuk verifikasi dan konfirmasi.

Tersangka Zhang (hijau) dikawal pihak kepolisian. 圖:YAHOONEWS
Hasil investigasi polisi menemukan bahwa seorang wanita bermarga Zhang (張姓) berusia 75 tahun yang dijuluki sebagai Cenayang Zuoying, terakhir terlihat bersama tersangka di rumahnya pada 17 Januari 2025, dan semenjak itu tidak pernah muncul lagi.
Sementara wanita bermarga Zhao Lin (趙林姓) berusia 70 tahun dari Distrik Nanzi masuk ke rumah tersangka pada 2 Februari 2025, dan semenjak itu tidak pernah keluar lagi.
Mengenai kakak ipar tersangka bermarga Huang (黃姓) yang juga berusia 75 tahun, sempat dilaporkan hilang oleh putranya pada 27 November 2024 lalu.
Pada 2 Desember 2024, tersangka sempat mendatangi Kantor Polisi Nanzi, meminta aparat untuk menemaninya masuk ke rumah kakak iparnya guna memeriksa situasi. Tentu saja, tidak ada tanda-tanda keberadaan Huang di rumah, diduga ia sudah menjadi korban pada saat itu.
Jika dihitung dari tanggal hilangnya ketiga wanita tersebut, antara korban pertama Huang dengan korban kedua Cenayang Zuoying Zhang, terdapat jarak 52 hari.
Namun antara korban kedua dengan korban ketiga Zhao Lin, hanya berjarak 17 hari.
Berdasarkan analisis ini, diduga pelaku semakin mahir dalam melancarkan aksi kejahatannya. Apakah mungkin ada lebih banyak korban? Hal ini tentu masih menunggu penyelidikan lebih lanjut dari pihak polisi dan jaksa.

Zhang dikawal kepolisian dan lokasi dimana ditemukan 3 DNA wanita berbeda (kanan). 圖:LINETODAY
Menanggapi keresahan masyarakat, Divisi Kriminal Kota Kaohsiung pada Senin kemarin (10/2) memberikan update terbaru, menyatakan bahwa berdasarkan hasil sampel bukti biologis saat ini, hanya ditemukan reaksi DNA dari 3 korban di kediaman tersangka, serta tidak ada reaksi tipe DNA baru lainnya.
Namun, polisi akan menyelidiki semua bukti yang ditemukan di lokasi kejadian. Pada Senin malam kemarin, polisi kembali merilis pernyataan pers, menyangkal rumor bahwa mereka telah menyita daftar 10 orang yang berisi nama, julukan, dan nomor telepon wanita yang dicatat oleh tersangka Zhang.
Tim investigasi saat ini tidak memiliki bukti tentang adanya daftar kematian, yang desas-desusnya beredar kencang di tengah masyarakat.