History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Pemuda Taichung “Tak Berdokumen” Dikurung Bertahun-tahun, Dinas Sosial Akan Bantu Pengurusan Dokumen dan Pekerjaan

  • 16 June, 2025
  • 鄭蕙玲
Pemuda Taichung “Tak Berdokumen” Dikurung Bertahun-tahun, Dinas Sosial Akan Bantu Pengurusan Dokumen dan Pekerjaan
Seorang pemuda (21 tahun) di Kota Taichung tak berdokumen dalam keadaan kotor dan bau, Ketua RT Beijingli Su Yi-qing mengajaknya makan di salah satu kedai makanan, dan meminta dinas sosial pemkot Taichung untuk membantunya (foto: Su Yi-qing, sumber CNA)

(Taiwan, ROC) Seorang pemuda (21 tahun) di Kota Taichung, baru-baru ini ditemukan oleh Ketua RT Beijingli Distrik Beitun, Su Yi-qing (蘇乙青) di lokasi pembuangan daur ulang, pemuda tersebut dalam kondisi bau dan kotor sedang memungut daur ulang. Kemudian Ketua RT Su Yi-qing membawanya pulang ke kantornya untuk mandi, tak di sangka, pemuda ini mengaku sejak kecil, dirinya dikurung oleh ayahnya di dalam kamar, tidak terdaftar dalam kartu keluarga, tidak bersekolah, lalu diusir oleh ayahnya, hingga akhirnya menjadi tunawisma.

Dinas Sosial Pemkot Taichung mengatakan, pihaknya telah menghubungi ayahnya, untuk informasi terkait masih akan diklarifikasikan, juga akan membantu pemuda ini mengurus dokumen kependudukan, pekerjaan dan tempat tinggal.

Ketua RT Su Yi-qing mengatakan, pemuda ini mengaku bermarga Huang, usia 21 tahun, memiliki logat Asia Tenggara, sebelumnya tinggal bersama ibunya, kemudian dirinya dikurung ayahnya dalam kamar, ayahnya pernah berkata, “Jika tidak penurut membuat masalah, maka ayah tidak akan menghidupinya”. Pemuda ini tidak pernah bersekolah, juga tidak berani keluar rumah sendiri, sedangkan ayahnya bekerja serabutan, ayahnya juga membawakan makanan, jika sakit juga akan dibelikan obat, hidup pemuda ini “tidak terlihat bagaikan hantu”.

Ketua RT Su Yi-qing mengatakan, pemuda ini menyebut hal yang diketahuinya, belajar dari ayahnya atau dari televisi, beberapa tahun yang lalu, ayahnya menemukan ponsel yang memiliki akses internet, sehingga dia bisa belajar sendiri mengenal karakter, menulis, saat ini hanya bisa menulis nama sendiri.

Menurut pengakuan pemuda tersebut, pekerjaan ayahnya kemudian menjadi tidak stabil, sehingga ia diajarkan untuk mengumpulkan barang bekas dan menjualnya. Pada bulan Februari tahun ini, ia jatuh dari balkon apartemen dan menimpa atap pelindung balkon lantai satu, sehingga harus mengganti rugi sebesar 9.000 dolar Taiwan. Ayahnya marah besar dan mengusirnya dari rumah. Sejak itu, ia menjadi tunawisma, mengandalkan pengumpulan barang bekas untuk bertahan hidup, dan tidur di taman, stasiun, atau tangga gedung setiap malam.

Dinas sosial berhasil menemukan ayah dari pemuda tersebut, ayahnya mengatakan akan mendaftarkan anaknya dalam kartu keluarganya, namun tidak mengungkapkan identitas ibu kandung anaknya. Setelah pekerja sosial berbicara dengan pemuda tersebut, menilai bahwa memiliki tingkat kecerdasan normal, namun kemampuan kognitif dan ekspresi kurang sehingga berperilaku seperti anak kecil, oleh karena itu, akan diatur penampungannya untuk mendapatkan bantuan lebih lanjut.

Dinas Sosial menambahkan bahwa karena kemampuan komunikasi pemuda ini terbatas, masih banyak informasi yang perlu diklarifikasi lebih lanjut. Dinas sosial bersama instansi terkait akan aktif membantu pemuda ini memperoleh dokumen kependudukan, pekerjaan, tempat tinggal, dan kebutuhan lain guna keberlangsungan hidupnya. Jika hasil penyelidikan nantinya membuktikan bahwa sejak kecil pemuda ini dikekang kebebasannya oleh ayahnya, tidak diberi hak untuk bersekolah, serta mengalami dampak pada perkembangan fisik dan mental, maka selain akan diberi sanksi sesuai Undang-Undang Perlindungan Anak dan Remaja, kasus ini juga akan dilaporkan sebagai pelanggaran hukum berdasarkan KUHP pasal “menghambat perkembangan anak”.

Komentar

Terbarumore