(Taiwan, ROC) --- Tersangka kasus mutilasi Kaohsiung, Zhang Jie-zong (張介宗), diduga membunuh 3 wanita, termasuk kakak iparnya yang meminjamkan rumah untuk dia tinggali.
Bagaimana dia bisa begitu kejam membunuh keluarganya sendiri membuat polisi sulit percaya. Penyelidikan mengungkapkan bahwa Zhang pernah mendekam di penjara karena kasus serius semasa mudanya, dan hampir semua harta warisan generasi sebelumnya jatuh ke tangan kakaknya.
Setelah keluar dari penjara, dia hidup bergantung pada orang lain selama bertahun-tahun. Setelah kakaknya meninggal tahun lalu, warisan properti pun langsung dialihkan ke keponakannya. Apakah motif mutilasi kejam yang dilakukan oleh tersangka Zhang berkaitan dengan sengketa warisan? Hal ini masih menjadi penyelidikan pihak berwenang.
Berdasarkan penyelidikan, Zhang yang kini berusia 73 tahun memang memiliki banyak catatan kriminal. Semasa mudanya terlibat kejahatan serius seperti perampokan dan sempat dijatuhi hukuman penjara seumur hidup oleh pengadilan militer.
Setelah bebas bersyarat lebih dari 10 tahun, dia tinggal bersama kakak dan kakak iparnya di sebuah unit rumah di Distrik Qianzhen, Kaohsiung. Apartemen ini awalnya warisan dari ayahnya, tetapi terdaftar atas nama kakaknya. Padahal, keluarga kakaknya sudah memiliki rumah di kawasan Nanzi.
Setelah kakaknya meninggal karena sakit pada Mei tahun lalu, rumah di Qianzhen pun langsung dialihkan ke anak kakaknya. Meskipun kakak iparnya setuju membiarkan dia tetap tinggal sendiri di sana, tetapi situasi ini diduga malah menyinggung Zhang.

Tersangka kasus mutilasi Kaohsiung, Zhang Jie-zong (張介宗), diduga membunuh 3 wanita, termasuk kakak iparnya yang meminjamkan rumah untuk dia tinggali. 圖:TTV
Setelah kakak ipar Zhang pindah ke Nanzi, dia masih sering kembali ke rumah di Qianzhen untuk mengecek keadaan. Penampakan terakhirnya terlihat di depan rumah Qianzhen pada 29 November 2024 siang hari. Polisi menduga, kakak ipar Zhang, yakni Mrs. Huang (黃姓) kemungkinan dibunuh setelah masuk ke dalam rumah saat itu
Pada Desember tahun lalu, keponakan Zhang yang bekerja di Distrik Xizhi, Kota New Taipei, tidak bisa menghubungi ibunya selama beberapa hari dan melaporkan hal tersebut ke polisi Xizhi, New Taipei. Kasus tersebut kemudian dialihkan ke kantor polisi Distrik Nanzi, Kaohsiung. Polisi juga mengirim petugas ke rumah Mrs. Huang di Nanzi tetapi tidak menemukan apa-apa.
Setelah kejadian tersebut, Zhang mencoba mengalihkan kecurigaan dengan mengaku bahwa kunci rumah kakak iparnya yang dia miliki tidak bisa membuka pintu, dan meminta polisi untuk mendampinginya memeriksa rumah tersebut.
Meskipun telah menyewa tukang kunci untuk membuka pintu, keberadaan Mrs. Huang tetap tidak ditemukan.