(Taiwan, ROC) --- Pada tahun 2023, seorang pengasuh bermarga Liu (劉姓) di Taipei menerima tugas dari Yayasan Child Welfare League Foundation (兒福聯盟) untuk mengasuh seorang balita laki-laki berusia 1 tahun 10 bulan bernama Kai Kai (nama samaran).
Liu diduga melakukan penganiayaan hingga menyebabkan Kai Kai meninggal dunia. Liu dan adik perempuannya yang terlibat dalam kasus ini kini ditahan di Rumah Tahanan Wanita Kota Taipei.
Kejahatan kejam yang dilakukan dua bersaudara ini menjadi viral memicu kemarahan publik di Taiwan.
Baca juga: Kronologi Kasus Pengasuh Menganiaya Balita 1 Tahun Hingga Tewas

圖/TVBS News
Selain akun Facebook Liu yang dibanjiri kecaman, identitas suami Liu sebagai pengusaha kapal pancing laut dan kekayaan keluarga mereka yang mencapai ratusan juta NT$ pun terungkap.
Dua bersaudari bermarga Liu (劉姓) bekerja sebagai pengasuh seorang balita laki-laki. Mereka berdua diduga melakukan penganiayaan terhadap balita tersebut.
Penganiayaan yang dilakukan termasuk hanya memberi makan balita dengan sisa makanan atau makanan yang gosong, memukul balita hingga gigi patah dan mencabut kuku balita.
Pada tanggal 24 Desember 2023, balita tersebut dilarikan ke rumah sakit dalam keadaan sudah tidak bernyawa.
Hasil pemeriksaan forensik menunjukkan bahwa balita tersebut mengalami luka memar di kepala, wajah, dan anggota tubuh. Diduga balita tersebut mengalami penganiayaan sebelum meninggal dunia.
Kasus ini masih dalam proses penyelidikan kepolisian.

Pengasuh Liu (kiri) yang kini dituduh telah menyiksa Kai Kai hingga meninggal dunia. 圖/風傳媒
Identitas suami Liu, kini pun terungkap. Ia mengaku sebagai seorang Sersan Mayor dan telah lama menjalankan bisnis kapal pancing laut.
Ia membeli kapal pancing senilai lebih dari NT$3 juta dan sering memamerkan kemewahan kapalnya di media sosial. Kapal yang dioperasikan tersebut dikenal sebagai salah satu kapal pancing terbaik di daerah Tamsui.
Setelah kasus penganiayaan balita terungkap, kapal pancing milik suami Liu diduga menjadi sasaran kemarahan publik. Ada yang melemparkan air bekas pinang sebagai bentuk protes.

Kapal pancing milik suami Liu diduga menjadi sasaran kemarahan publik, ada yang melemparkan air bekas pinang sebagai bentuk protes. (圖/TVBS)
Menurut laporan dari media SET News, tetangga Liu mengungkapkan bahwa keluarga Liu memiliki 3 bangunan dengan total 12 unit. Diperkirakan nilai total properti mereka mencapai lebih dari NT$100 juta.
Liu dan keluarganya tinggal di bangunan pemukiman di lantai tiga, sedangkan lantai satu dan dua disewakan dengan harga sekitar NT$10 ribu per bulan.
Tetangga bersangkutan juga mengatakan bahwa banyak mobil milik keluarga Liu yang terparkir di bawah bangunan tersebut.