History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Balita Dianiaya Hingga Tewas, Oknum Pekerja Sosial Diduga Terlibat, Aksi Pemborgolan Oleh Polisi Menuai Kritik

  • 14 March, 2024
  • 尤繼富
Balita Dianiaya Hingga Tewas, Oknum Pekerja Sosial Diduga Terlibat, Aksi Pemborgolan Oleh Polisi Menuai Kritik
Balita Dianiaya Hingga Tewas, Oknum Pekerja Sosial Diduga Terlibat, Aksi Pemborgolan Oleh Polisi Menuai Kritik. 圖/CNA

(Taiwan, ROC) --- Balita laki-laki berusia 1 tahun meninggal dunia diduga akibat penganiayaan oleh seorang pengasuh bermarga Liu (劉姓).

Kini, keluarga korban mencurigai adanya keterlibatan seorang pekerja sosial bermarga Chen (陳姓) dalam melindungi pengasuh.

Perlu diketahui bahwa pekerja sosial memiliki tugas dan kewajiban untuk melakukan kunjungan rutin melihat bagaimana perkembangan seorang anak yang diasuh oleh pengasuhnya.

Baca: Kronologi Kasus Pengasuh Menganiaya Balita 1 Tahun Hingga Tewas

Pada Rabu kemarin (12/3), polisi membawa Chen untuk dimintai keterangan terkait dugaan pemalsuan catatan kunjungan.

Chen sempat terekam kamera wartawan tengah diborgol ketika hendak dipindahkan ke tempat lain, meski Chen akhirnya dibebaskan dengan membayar jaminan senilai NT$300 ribu, setelah menjalani pemeriksaan.

1歲童疑遭轉介保母虐死陳姓社工涉過失致死解送北檢| 社會| 中央社CNA

Gambar terduga Chen dibawa oleh aparat berwenang dalam keadaan terborgol, menuai kritik dari beberapa pihak. 圖/CNA

Namun, tindakan pemborgolan ini menimbulkan pertanyaan dari Serikat Pekerja Sosial Kota Taipei terhadap keabsahan dan prinsip proporsionalitas pemborgolan, bahkan seorang dokter bedah toraks, Tu Cheng-che (杜承哲), juga marah dan mengecam keras tindakan polisi tersebut, menyebutnya "Memalukan! Hanya untuk pamer."

Dalam akun Facebooknya, Dokter Tu Cheng-che mengecam keras tindakan pemborgolan terhadap pekerja sosial Chen.

"Tidak berani mencari atasan untuk dimintai pertanggungjawaban, malah memborgol seorang pekerja sosial. Berlagak di depan seluruh negara, jelas-jelas sudah melanggar Undang-Undang Pelaksanaan Hak dan Kewajiban Kepolisian. Kalian ini pahlawan kesiangan? Memalukan! Di masa depan, efek domino akan terjadi. Siapa yang berani menjadi pekerja sosial lagi?" tulis Dokter Tu Cheng-che.

Dokter Tu Cheng-che berpendapat bahwa polisi memang berhak menggunakan alat seperti borgol menurut undang-undang, dengan syarat bahwa pihak terduga menolak penangkapan, menyerang polisi, dan ingin menyakiti diri sendiri atau orang lain.

Dokter Tu Cheng-che pun bertanya, "Apakah pekerja sosial ini melakukan hal tersebut?"

Menurutnya, penggunaan alat pengaman harus mengikuti prinsip proporsionalitas, tidak boleh melebihi yang ditetapkan, dan perlu memperhatikan beberapa hal, termasuk pertama, pemeliharaan fisik dan reputasi terhadap terdakwa atau tersangka. Kedua, menghindari penggunaan alat pengaman secara terbuka. Dan ketiga, menghindari penggunaan alat pengaman yang rusak atau kotor.

"Toh pada akhirnya pasti ada pelanggaran dari pekerja sosial, peduli apa dengan nama baik, tangkap saja dulu," sindir Dokter Tu Cheng-che.

虐童案社工被上銬工會批違反比例原則、嗆兒盟推責任| 太報| LINE TODAY

Gambar terduga Chen dibawa oleh aparat berwenang dalam keadaan terborgol, menuai kritik dari beberapa pihak. 圖/LINE TODAY

Serikat Pekerja Sosial Kota Taipei mengeluarkan pernyataan resmi terkait pemborgolan pekerja sosial wanita Chen dalam kasus kematian balita.

Serikat pekerja mempertanyakan apakah tindakan pemborgolan oleh pihak kepolisian sudah sesuai dengan Pasal 20 ayat (1) Undang-Undang Pelaksanaan Hak dan Kewajiban Kepolisian dan Pasal 6 dan 7 Peraturan Pelaksanaan Penggunaan Borgol dalam Penangkapan, Penahanan, dan Pengiriman.

Serikat pekerja juga mempertanyakan apakah pekerja sosial wanita tersebut menunjukkan tindakan menyerang, melukai diri sendiri, atau melawan saat proses penangkapan.

Mereka juga menekankan bahwa dalam penggunaan borgol harus menghindari rekaman oleh pihak lain.

Serikat pekerja mengimbau media untuk menghormati privasi pekerja sosial dan tidak melakukan penghakiman sebelum proses hukum selesai.

Komentar

Terbarumore