(Taiwan, ROC) Mengenai kekurangan tenaga kerja pada sektor industri pariwisata dan hotel penginapan, Direktur Jenderal Pariwisata Kementerian Transportasi, Chou Yung-hui (周永暉) membeberkan, Yuan Eksekutif optimis terkait pembahasan pekerja migran di sektor industri pariwisata dan hotel penginapan, diprakirakan akan dibuka pada paruh akhir tahun, sedangkan untuk rinciannya masih perlu menunggu pengumuman dari Kementerian Ketenagakerjaan, namun hal yang terpenting adalah mengutamakan perlindungan hak kepentingan pekerja lokal.
Kemarin (27/5) Kementerian Transportasi menggelar konferensi pers terkait masa pemerintahan genap 1 tahun, masyarakat luar menyoroti krisis tenaga kerja di sektor industri hotel penginapan. Dirjen Biro Pariwisata Chou Yung-hui mengatakan, berkaitan dengan dibukanya perekrutan pekerja migran untuk sektor hotel penginapan, pihaknya berpandangan optimis, yang utama adalah Yuan Eksekutif juga telah memberikan pandangan optimis, sedangkan untuk metode perekrutan masih perlu menunggu pengumuman dari Kementerian Ketenagakerjaan.
Dirjen Pariwisata Chou Yung-hui menambahkan, penempatan pekerja migran di sektor industri pariwisata dan hotel penginapan, dengan mengutamakan mengadopsi metode program khusus, diprakirakan sudah ada pada paruh akhir tahun, sementara ini juga berlanjut melakukan pembahasan formal dan diskusi informal dengan pelaku usaha industri perhotelan. Menanggapi permasalahan krisis tenaga kerja, sementara ini masih ada perekrutan pelajar perantauan Tionghoa dan pelajar asing, hal ini juga dapat meringankan beban krisis tenaga kerja pada industri ini.
Chou Yung-hui menegaskan, berkaitan dengan pekerja migran, masih perlu memprioritaskan perlindungan hak kepentingan para pekerja lokal, sementara ini perekrutan pekerja migran juga perlu melalui uji kemampuan bahasa, sebagai contoh, pada saat pelaku usaha berniat merekrut pekerja migran, maka pekerja migran harus memiliki keahlian tertentu, memiliki kualifikasi seperti menguasai bahasa Inggris atau bahasa Mandarin.
Berdasarkan dari sumber informasi, rencana ini sudah dibahas dalam Yuan Eksekutif, namun belum dirangkum secara resmi, yang utama ada perekrutan untuk pekerja teknis menengah, maka diharapkan ada rincian kualifikasi ketrampilan, penguasaan bahasa, standar gaji dan lainnya, sedangkan permohonan perekrutan pekerja migran akar rumput hingga saat ini condong diisi oleh pelajar asing.
Selain itu, terkait jumlah wisatawan yang berkunjung ke Taiwan tahun ini, Dirjen Pariwisata Chou Yung-hui mengatakan bahwa terhitung hingga 5 Mei, jumlah wisatawan yang berkunjung ke Taiwan telah mencapai sekitar 3,5 juta orang per kali, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Tahun ini, promosi wisatawan internasional ke Taiwan akan terus berlanjut, seperti diskon penerbangan carteran. Selain bandara Taipei, Taoyuan, Taichung, dan Kaohsiung, jika ada pesawat carteran, maka pihaknya berharap bisa menawarkan lebih banyak diskon, terkait dengan hal ini juga akan dibahas dengan Otoritas Penerbangan Sipil.
Selain itu Ketua Travel Quality Assurance Association (TQAA), Chang Yong-cheng (張永成) mengatakan, selain kebijakan tarif AS, beberapa tahun terakhir ini, pembatasan perjalanan grup ke RRT belum terselesaikan, berharap dapat memulihkan dana pengembangan industri perjalanan tahunan sebesar NT$100 juta dari tahun 2021 hingga 2023 untuk meningkatkan kualitas pariwisata, transformasi industri, pemasaran, dan pengembangan pasar yang beragam.