(Taiwan, ROC) - "Rantai Pasokan Non-Merah Global untuk Drone" telah menjadi proyek utama bagi Taiwan dalam pertukaran dan kolaborasi dengan mitra yang memiliki ide serupa. Baik dalam kunjungan Sekretaris Jenderal Dewan Keamanan Nasional (NSC) Joseph Wu (吳釗燮) dan Menteri Luar Negeri Lin Chia-lung (林佳龍) ke Eropa, acara "SelectUSA" yang diadakan di Amerika Serikat baru-baru ini, maupun kunjungan anggota parlemen Prancis di Taiwan, semuanya akan mengatur rencana perjalanan terkait industri drone, membuktikan bahwa Taiwan adalah mitra yang sangat diperlukan dalam rantai pasokan demokrasi.
Ketika Sekjen NSC Joseph Wu mengunjungi Eropa, media asing melaporkan bahwa selain konsep nilai, drone dan AI adalah topik pembahasan utama yang paling menarik perhatian sahabat-sahabat Eropa.
Menteri Luar Negeri Lin Chia-lung menerima delegasi pengembangan industri drone AS pada September tahun lalu untuk mempromosikan kerja sama antara Taiwan dan AS di bidang drone. Pada November tahun yang sama, Lin memimpin delegasi industri ke Lithuania untuk menghadiri "Drone Industry Forum" dan bertukar pandangan dengan produsen drone Eropa.
Pada saat yang sama, Kementerian Luar Negeri (MOFA) juga meneruskan kerja sama dengan Jepang untuk memperluas proyek kolaborasi dalam bidang drone. Juru bicara MOFA Hsiao Kuang-wei (蕭光偉) mengatakan, "Memperkuat kerja sama dan integrasi industri, berharap untuk bersama-sama membangun rantai pasokan non-merah drone global yang lebih aman dan lebih tangguh."
Drone dan AI juga merupakan industri rantai pasokan non-merah yang sangat penting bagi Amerika Serikat. Raymond Greene, direktur Institut Amerika di Taiwan (AIT), mengatakan dalam pidatonya di sebuah forum pada akhir Mei bahwa salah satu pencapaian utama "SelectUSA" adalah pengumuman "Forum Kerja Sama Sistem Otonomi AS-Taiwan (U.S.-Taiwan Autonomous Systems Cooperation Forum) di pameran drone terbesar di Houston.
"Sungguh mengagumkan melihat inovasi perusahaan AS dan Taiwan di bidang drone, terutama penggunaan keunggulan utama AS dan Taiwan dalam AI untuk menciptakan drone otomatis penuh generasi berikutnya," tutur Greene.
Sementara itu, Marie-Noelle Battistel, ketua Kelompok Persahabatan Taiwan dari Majelis Nasional Prancis yang sedang mengadakan kunjungan di Taiwan, telah menambahkan Pusat Penelitian dan Pengembangan Aplikasi Inovasi AI Drone Asia di Chiayi ke dalam agendanya.