(Taiwan, ROC) Direktorat Jenderal Budjet, Akuntansi dan Statistik (DGBAS) kemarin (7/5) mengumumkan Indeks Harga Konsumen (CPI) pada bulan April meningkat sebesar 2,03%, meskipun relatif lebih rendah dibandingkan dengan bulan Maret lalu yang mencatat 2,32%, akan tetapi konsumsi jajanan luar tahunan meningkat menjadi 3,48%, mencatat skala peningkatan tertinggi selama 13 bulan terakhir dan melampaui 3% selama 6 bulan berturut-turut.
Spesialis DGBAS, Tsao Ching-hung (曹志弘) mengatakan, biaya bahan bakar dengan penurunan tahunan sebesar 3,74%, ditambah lagi bulan April belum merevisi biaya listrik, penyesuaian harga barang keseluruhan agar tetap stabil, dengan pengecualian inti CPI tahunan seperti buah dan sayuran, sumber energi terjadi peningkatan 1,66%, selama 13 bulan berturut-turut kurang dari 2%.
Akan tetapi, tren konsumsi jajan diluar yang erat kaitannya dalam kehidupan masyarakat menjadi sorotagn. Tsao Chih-hung mengatakan, meskipun biaya operasional telah berkurang karena penurunan harga bahan baku dan apresiasi nilai tukar, harga jajanan di luar masih perlu dipantau secara ketat.
Sedangkan untuk tingkat kenaikan sewa tahunan, dengan skala sebesar 2,40%, termasuk skala kenaikan terkecil dalam 1 tahun terakhir.
Selain itu, AS telah menerapkan kebijakan tarif timbal balik, yang ditangguhkan selama 90 hari. Pasar menyoroti dampak potensial terhadap permintaan dan harga barang global. Akan tetapi, harga bahan baku internasional mengalami penurunan secara bersamaan, barang impor yang dihitung dalam dolar AS menunjuk pertumbuhan minus selama 30 bulan berturut-turut, kondisi ini bermanfaat untuk menstabilkan harga barang domestik.
Harapan terhadap pasar, Tsao Chih-hung beranggapan, seiring dengan harga minyak internasional yang mengalami penurunan terus menerus, diprediksikan CPI bulan Mei akan menurun di bawah 2%.