(Taiwan, ROC) -- Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) pada tanggal 22 April merevisi turun perkiraan Pendapatan Domestik Bruto (PDB), dan memperingatkan adanya ancaman kestabilan ekonomi global karena kebijakan tarif pajak timbal balik dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang berdampak besar terhadap ekonomi global.
Perkiraan dari IMF menunjukkan, tingkat PDB tahun ini sebesar 2,8%, direvisi turun 0,5% dibandingkan dengan laporan perkiraan World Economy Outlook (WEO) pada Januari kemarin. Dalam perkiraan IMF tahun ini mencakup penerapan tarif pajak yang diberlakukan meskipun tidak secara menyeluruh.
PDB untuk tahun depan (2026) diperkirakan sebesar 3,0%, lebih rendah 0,3% dibandingkan perkiraan Januari. Pakar ekonomi IMF Pierre Olivier Goucinchas memberitahukan wartawan dari Washington, “Kita tengah memasuki era yang benar-benar baru, sistem ekonomi global tengah ditata ulang setelah selama 80 tahun beroperasi.
Pierre Olivier Goucinchas menambahkan, “Apabila ketegangan ekonomi dan ketidakpastian terus berlanjut, maka PDB akan melambat”, ia juga mengungkit terkait penerapan tarif pajak yang dikeluarkan Amerika Serikat beberapa waktu ini telah membuat IMF menurunkan perkiraan PDB hingga setengah lebih.
Dalam laporan “Pandangan terhadap ekonomi dunia” yang diumumkan para pemimpin keuangan global di Washington untuk mengikuti sidang musim semi yang diadakan oleh World Bank dan IMF. Tempat berlangsungnya sidang ini tidak jauh dari gedung putih.
Sehubungan dengan tarif pajak yang diberlakukan Trump sebentar jalan sebentar berhenti, sedangkan IMF memutuskan revisi berdasarkan data hingga tanggal 4 April lalu, dengan demikian berarti pemberlakuan kebijakan tarif pajak terbaru Trump belum termasuk di dalamnya, dalam perkiraan ini tingkat tariff pajak timbal balik Amerika Serikat pada Tiongkok paling tinggi adalah 145%.
IMF menyampaikan, apabila kebijakan-kebijakan ini dimasukkan dalam pertimbangan, maka perkiraan PDB akan terus menurun, mungkin pertumbuhan ekonomi global akan melamban.