History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Penundaan Tarif Timbal Balik, J.W. Kuo Sebut Taiwan Berpeluang Masuk dalam Daftar Negosiasi Pertama AS

  • 10 April, 2025
  • 鄭蕙玲
Penundaan Tarif Timbal Balik, J.W. Kuo Sebut Taiwan Berpeluang Masuk dalam Daftar Negosiasi Pertama AS
Menteri Perekonomian J.W Kuo (foto: CNA)

(Taiwan, ROC) – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan penundaan implementasi tarif timbal balik (reciprocal tariff) selama 90 hari kemarin (9/4). Menteri Ekonomi Taiwan J.W. Kuo (郭智輝) di Komite Ekonomi Yuan Legislatif pada 10 April mengungkapkan bahwa penundaan ini kemungkinan disebabkan karena AS ingin memiliki waktu untuk bernegosiasi dengan lebih dari 70 negara.

J.W. Kuo juga menyebutkan bahwa situasinya relatif sederhana karena Taiwan dan AS berhubungan baik dan saling melengkapi dalam hal teknologi. Ditambah lagi, Taiwan sudah menunjukkan kesiapan untuk bernegosiasi sejak awal, sehingga Taiwan berpeluang masuk dalam daftar negara-negara yang akan bernegosiasi dengan AS pada gelombang pertama. Terlepas dari urutan gelombangnya, pemerintah Taiwan telah mempersiapkan analisis dan simulasi situasi terkait hal ini.

Tarif timbal balik AS seharusnya dimulai kemarin, tetapi Presiden AS Trump segera mengumumkan bahwa pelaksanaannya akan ditunda selama 90 hari. Dalam sesi tanya jawab di Komite Ekonomi Yuan Legislatif, Menteri Ekonomi Taiwan J.W. Kuo mengungkapkan bahwa ini adalah strategi negosiasi AS. Caranya yaitu dengan mengajukan tarif tinggi untuk mendorong negara-negara masuk ke meja perundingan. Saat ini, lebih dari 70 negara menyatakan kesediaannya untuk bernegosiasi, dan AS mungkin merasa sulit untuk membuat keputusan yang tepat dalam waktu singkat, sehingga penundaan 90 hari diberikan untuk bernegosiasi secara perlahan dengan negara-negara tersebut. Namun, karena Tiongkok menentang kebijakan AS, AS tetap mengenakan tarif tinggi terhadap Tiongkok.

Mengenai kemungkinan terjadinya gelombang baru pebisnis Taiwan di luar negeri yang kembali, J.W. Kuo menjelaskan bahwa sebelum diberlakukannya tarif timbal balik, telah ada asumsi terkait relokasi perusahaan-perusahaan Taiwan yang berada di luar rantai pasokan Tiongkok .

Saat ini, pemerintah akan mempercepat pemahaman tentang kebutuhan pengusaha Taiwan di Tiongkok, seperti bagaimana mereka dapat melakukan pemindahan dalam waktu 90 hari, dan prioritas akan diberikan kepada perusahaan yang mengekspor produk ke AS. Jika pebisnis Taiwan lebih fokus pada pelanggan di Tiongkok atau negara-negara sahabat Tiongkok, mereka tidak akan mendapatkan bantuan khusus untuk pemindahan.

J.W. Kuo mengungkapkan bahwa meskipun kebijakan tarif timbal balik ditunda selama 90 hari, pemerintah akan meninjau kembali strategi yang ada dan akan memiliki strategi negosiasi yang sesuai. Dia juga mengatakan bahwa sikap pemerintah dalam melindungi industri tetap tidak berubah, dan pemerintah akan merencanakan bantuan ekonomi, yang diharapkan akan diumumkan secara resmi pada 14 April.

Komentar

Terbarumore