(Taiwan, ROC) -- Universitas Nasional Chung Yang (National Central University, NCU) pada hari ini (27/3) mengumumkan bahwa Indeks Kepercayaan Konsumen (CCI) untuk bulan Februari mencapai 72,59 poin, meningkat 0,05 poin jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, menandai pemulihan setelah penurunan sebelumnya. Di antara indikator subkategori “tingkat harga dalam setengah tahun ke depan” mengalami penurunan terbesar, bahkan mencapai titik terendah dalam delapan bulan terakhir.
Para akademisi menganalisis bahwa meskipun Direktorat Jenderal Anggaran, Akuntansi dan Statistik (DGBAS) memperkirakan inflasi tahun ini sekitar 1,94%, perkiraan tersebut belum memasukkan faktor kenaikan tarif listrik. Namun, meskipun harga listrik naik, serta mempertimbangkan kebijakan tarif Amerika Serikat (AS) yang berpotensi menyebabkan penurunan permintaan global juga dapat menyebabkan harga bahan baku impor dan bahan bakar ikut turun.
Direktur Eksekutif Pusat Penelitian Pembangunan Ekonomi Taiwan (RCTED), NCU, Wu Da-ren (吳大任) mengatakan,”Ketika kondisi ekonomi global memburuk, harga berbagai komoditas dan bahan baku di seluruh dunia cenderung terus menurun. Misalnya, harga minyak internasional saat ini, di mana harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) di AS baru-baru ini turun di bawah 70 dolar AS, mengalami penurunan yang cukup besar. Baik itu harga energi maupun harga berbagai bahan baku, jika terjadi penurunan yang signifikan, maka harga impor kita berkemungkinan mengalami pertumbuhan negatif. Hal ini dapat membantu mengimbangi sebagian tekanan kenaikan harga domestik."
Wu Da-ren (吳大任) menunjukkan, selain faktor tarif Trump, jika dampak taifun terhadap hasil pertanian Taiwan pada paruh kedua tahun ini terbatas, maka kemungkinan laju pertumbuhan tahunan Indeks Harga Konsumen (CPI) tetap di bawah ambang batas inflasi 2% masih sangat tinggi.