History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Menteri Ekonomi Mengusulkan Kawasan Perangkat Lunak AI Diprioritaskan di 6 Kota Utama, MOEA: Kaohsiung Memiliki Kondisi yang Mendukung

  • 19 February, 2025
  • 尤繼富
Menteri Ekonomi Mengusulkan Kawasan Perangkat Lunak AI Diprioritaskan di 6 Kota Utama, MOEA: Kaohsiung Memiliki Kondisi yang Mendukung
Menteri Ekonomi Mengusulkan Kawasan Perangkat Lunak AI Diprioritaskan di 6 Kota Utama, MOEA: Kaohsiung Memiliki Kondisi yang Mendukung

(Taiwan, ROC) --- Menteri Ekonomi Kuo Jyh-huei (郭智輝) mengusulkan rencana untuk memprioritaskan pembangunan wilayah perangkat lunak AI (Artificial Intelligence) di enam kota utama, dengan kawasan Asia New Bay Area di Kaohsiung memiliki potensi besar.

Pada Rabu hari ini (19/2), Kementerian Urusan Ekonomi (MOEA) menyatakan bahwa hal ini masih dalam tahap pembahasan, dan berharap dapat dikombinasikan dengan kebijakan terkait untuk menarik talenta AI internasional ke Taiwan.

Kawasan Asia New Bay Area di Kaohsiung juga sudah dihuni oleh banyak perusahaan jaringan 5G, AIOT serta pusat penelitian dan pengembangan yang mulai beroperasi. Kawasan ini mempunyai persyaratan yang cukup mendukung. Namun, untuk lokasi finalnya masih harus menunggu pengumuman berikutnya.

Dalam sebuah wawancara dengan media cetak, Menko Kuo Jyh-huei menyebutkan bahwa Taiwan berada di peringkat 26 dalam Indeks AI Global 2023, kemudian meningkat ke peringkat 21 pada 2024 berkat upaya pemerintah.

Dia berharap prestasi ini dapat terus meningkat hingga ke urutan 14 menjelang akhir tahun ini, menyusul Jepang. Dan target berikutnya adalah mencapai peringkat 6 pada tahun 2026. Kuo Jyh-huei juga menyebutkan bahwa pemerintah sedang merencanakan pembangunan taman perangkat lunak AI di Taiwan, dan berencana memprioritaskan enam kota besar.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Departemen Industri Teknologi MOEA, Chiu Chyou-huey (邱求慧) menerangkan bahwa untuk mendorong pembangunan kawasan perangkat lunak AI, maka MOEA tengah membahas berbagai kebijakan pendukung, termasuk insentif pajak dan Program Talenta 2+4, yang bertujuan untuk menarik minat talenta internasional ke Taiwan.

Program Talenta 2+4 bertujuan untuk menarik pelajar asing dan talenta terkait untuk belajar di Taiwan selama 4 tahun, yang mana pembelajaran ini akan mencakup pengetahuan profesional, keterampilan dan bahasa Mandarin, beradaptasi dengan lingkungan Taiwan dan kemudian bekerja selama empat tahun setelah lulus.

Mengenai pernyataan Kuo Jyh-huei tentang potensi besar kawasan Asia New Bay Area Kaohsiung, Chiu Chyou-huey menganalisis bahwa kawasan tersebut diposisikan sebagai taman 5G AIOT, yang terus berkembang dari Asia New Bay 1.0 ke 2.0.

Saat ini sudah banyak perusahaan dan pusat penelitian yang beroperasi di sana, ditambah dengan fasilitas pendidikan talenta dan infrastruktur dasar, menjadikannya lokasi yang ideal, meskipun lokasi final belum diputuskan.

Chiu Chyou-huey mengatakan, "Asia New Bay 2.0 telah menarik banyak kegiatan penelitian dan pengembangan 5G ke dalam taman, dan menyediakan ruang kantor untuk menarik lebih banyak perusahaan 5G AIOT. Selain itu, Kementerian Ekonomi juga telah mendatangkan beberapa pusat penelitian dan lembaga pendidikan talenta, sehingga ini merupakan lokasi yang layak dipertimbangkan."

Lin Wei-zhi (林偉智), Wakil Direktur Witology Market Trend Research Institute, menyatakan bahwa Taiwan sudah menjadi nomor satu dunia dalam manufaktur perangkat keras, tetapi untuk pengembangan perangkat lunak AI, algoritma, dan integrasi perangkat keras-lunak di masa depan, yang paling kurang adalah talenta dan pasar.

Untuk masalah talenta, pemerintah tengah menyusun rencana untuk menarik talenta asing dan pelajar luar negeri, tetapi pendidikan adalah proyek jangka panjang yang membutuhkan dukungan berkelanjutan.

Untuk mengatasi keterbatasan pasar Taiwan, perlu bekerja sama dengan perusahaan desain IC seperti NVIDIA, AMD, penyedia layanan cloud, hingga pengembang AI seperti OPEN AI, untuk menarik mereka membangun kluster R&D di Taiwan, dan menargetkan pasar AI di Eropa dan Amerika.

Komentar

Terbarumore