(Taiwan, ROC) —- Ketua Partai Taiwan People’s Party (TPP), Ko Wen-je (柯文哲), terlibat dalam kasus dugaan korupsi di proyek lahan konstruksi bekas bangunan Livin Mall di Taipei. Pada Jumat kemarin (30/8), Kejaksaan Distrik Taipei mengarahkan otoritas Agency Against Corruption (AAC) untuk menggeledah dan menginterogasi Ko Wen-je dan mantan Wakil Walikota Taipei, Pong Cheng-sheng (彭振聲).
Ko Wen-je dibawa ke kejaksaan pada Sabtu dini hari (31/8). Karena menolak untuk terus diinterogasi pada malam hari, jaksa menangkapnya di tempat dengan tuduhan korupsi dan penyuapan pada pukul 02:00 dini hari (31/8).
Mantan Wali Kota Taipei tersebut percaya bahwa prosedur yang dilancarkan terhadapnya ilegal dan telah mengajukan peninjauan kembali. Ia akan tetap berada di ruang tahanan kejaksaan sambil menunggu sidang pengadilan di Pengadilan Distrik Taipei.
Saat hendak meninggalkan kantor kejaksaan, pengacara Ko Wen-je, Cheng Shen-yuan (鄭深元), mengatakan, "Hari sudah larut, dan Ketua (mengacu pada Ko Wen-je) tidak dapat menerima interogasi semacam ini, jadi dia mengklaim haknya untuk menolak interogasi pada malam hari. Jaksa percaya bahwa Ketua tidak boleh diizinkan pergi, jadi mereka menangkapnya di tempat. Kami akan mengajukan peninjauan kembali ke Pengadilan Distrik Taipei nanti."
Pada Jumat pagi kemarin, jaksa penuntut umum didampingi oleh AAC, menggeledah tujuh lokasi, termasuk kediaman mantan Walikota Taipei Ko Wen-je dan mantan Wakil Walikota Peng Cheng-sheng, serta kantor Ketua Partai TPP.
Penggeledahan ini dilakukan berdasarkan surat perintah penggeledahan yang dikeluarkan oleh pengadilan. Ko Wen-je dan istrinya, bersama dengan dua orang lainnya, dimintai keterangan sebagai terdakwa berdasarkan Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi.
Ko Wen-je kemudian dibawa ke Kejaksaan Distrik Taipei sekitar pukul 00:40, Sabtu dini hari. Selama persidangan, Ko Wen-je menyatakan menolak untuk diinterogasi karena hari sudah larut, sehingga jaksa penuntut umum menunda persidangan. Sekitar pukul 02:00, persidangan dilanjutkan dan Ko Wen-je diberi tahu tentang penangkapannya. Akhirnya Ko wen-je memutuskan untuk mengajukan banding atas penangkapan tersebut.
Baik jaksa maupun AAC menduga Ko Wen-je terlibat dalam kasus korupsi terkait pengajuan peningkatan Koefisien Lantai Bangunan (KLB) untuk proyek pembangunan di lahan bekas gedung komersial Livin Mall. Ia diduga menguntungkan pengembang dengan meningkatkan rasio KLB, dari 560% menjadi 840%.
Bukti yang dikumpulkan oleh jaksa dan AAC menunjukkan bahwa anggota Dewan Kota Angela Yin (應曉薇) diduga menerima suap dari Ketua Pengembang Core Pasific Group (威京集團), Shen Ching-ching (沈慶京), untuk membantu memuluskan proyek tersebut dan bahkan melakukan tekanan yang tidak semestinya. Akibatnya, pejabat dan anggota komite kota yang awalnya menentang proyek tersebut tiba-tiba bungkam.
Sebelum menuju Biro Investigasi Korupsi untuk diinterogasi pada Jumat pagi (30/8), Ko Wen-je mengatakan kepada media, "Mereka seharusnya menjelaskan bukti apa yang mereka miliki yang sampai harus menggeledah Kantor Pusat Partai TPP dan rumah saya?"
Pernyataan ini memicu pertanyaan dari publik tentang mengapa seorang terduga pelaku kejahatan diizinkan untuk berbicara kepada media. Kejaksaan Distrik Taipei menanggapi dengan menyatakan bahwa penyelidikan kasus ini telah dilakukan sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku. Semua tindakan investigasi telah dilaksanakan sesuai dengan hukum dan dengan mematuhi peraturan yang relevan tentang kerahasiaan penyelidikan. Tidak ada tindakan yang melampaui batas yang diperlukan.