(Taiwan, ROC) -- Kementerian Ekonomi (MOEA) mengatakan akan memanfaatkan kekayaan pengetahuan dan data di industri manufaktur dan layanan Taiwan untuk mengembangkan teknologi inti kecerdasan buatan (AI) khusus Taiwan, membantu pelaku bisnis mewujudkan 'Industri Berbasis Kecerdasan Buatan', serta meningkatkan penetrasi AI dalam industri manufaktur hingga 50% pada tahun 2028.
Komite Ekonomi Yuan Legislatif Taiwan mengundang Dewan Pengembangan Nasional, MOEA, dan Kementerian Urusan Digital (MODA), serta departemen terkait lainnya untuk melakukan presentasi khusus pada 12 Juni, dengan tema "Menuju Industrialisasi AI: Strategi Penguatan Ekosistem AI, Pengembangan Bakat AI, dan Transformasi Digital untuk Masa Depan yang Cerdas di Taiwan." Laporan tertulis dari MOEA telah dirilis pada 12 Juni.
MOEA mengungkapkan bahwa saat ini perusahaan teknologi AI terkemuka secara berturut-turut meluncurkan alat AI, tetapi sebagian besar menggunakan pengetahuan umum dalam bentuk tanya jawab, materi berbahasa Inggris, dan tidak sepenuhnya memenuhi kebutuhan pengguna untuk pengetahuan industri khusus, seperti proses manufaktur semikonduktor, peraturan keuangan dalam negeri, bahkan penggunaan bahasa Mandarin tradisional.
Di sisi lain, layanan AI dari perusahaan internasional memerlukan pengguna untuk mengunggah data ke cloud, yang juga meningkatkan risiko bocornya informasi rahasia perusahaan.
Oleh karena itu, MOEA akan membangun teknologi inti AI khusus untuk Taiwan, dengan memanfaatkan kekayaan pengetahuan dan data di industri manufaktur dan layanan. Teknologi ini akan menciptakan model khusus untuk industri Taiwan, sehingga layanan AI dapat digunakan di dalam perusahaan untuk meningkatkan tingkat keamanan data dan memahami pengetahuan khusus yang diinginkan oleh perusahaan. Hal ini akan membantu pelaku usaha mewujudkan “Industrialisasi AI” dan meningkatkan daya saing industri.
MOEA juga akan secara aktif mendatangkan perusahaan-perusahaan terkemuka internasional untuk membuka pusat penelitian dan pengembangan (RnD) di Taiwan. Selain dapat mendatangkan teknologi terdepan, hal ini juga memungkinkan perusahaan-perusahaan Taiwan untuk memasuki rantai inovasi global, sekaligus menarik bakat terbaik untuk datang ke Taiwan, serta mendorong pelatihan dan peningkatan keterampilan bakat di Taiwan.
Selain itu, untuk mempercepat penetrasi AI di industri manufaktur, MOEA akan menggunakan amandemen insentif pajak dalam Undang-Undang Promosi Industri Kreatif dan Inovatif Pasal 10-1 untuk meningkatkan investasi industri dalam penerapan AI. Diperkirakan tingkat penerapan AI di industri manufaktur akan meningkat dari 12,3% saat ini menjadi 50% pada tahun 2028.