(Taiwan, ROC) --- Masih ingat dengan kasus keracunan makanan di restoran khas Malaysia, Polam Kopitiam, beberapa bulan lalu?
Sebelumnya, restoran Polam Kopitiam tersandung insiden keracunan makanan yang diakibatkan oleh kontaminasi asam bongkrek, karena penyimpanan bahan makanan yang tidak tepat dan faktor lainnya. Bahkan insiden keracunan makanan ini merenggut nyawa beberapa orang.
Pada Rabu malam kemarin (5/6), Biro Kesehatan Kota Taipei kembali menambahkan satu kasus kematian, yakni seorang wanita berusia 53 tahun yang dirawat di Rumah Sakit Umum Tri-Service General Hospital Cabang Neihu.
Pada akhir Maret kemarin, restoran Polam Kopitiam tersandung insiden keracunan makanan yang diakibatkan oleh kontaminasi asam bongkrek. 圖/自由時報
Wakil Direktur Taiwan CDC (Centers for Disease Control), Tseng Shu-hui (曾淑慧), mengatakan bahwa kasus kematian di atas diakibatkan kegagalan pada banyak organ. Pihak rumah sakit menyatakan bahwa mereka tidak dapat memberikan komentar lebih lanjut.
Insiden keracunan makanan menimpa restoran vegetarian Polam Kopitiam di Distrik Xinyi, Kota Taipei, pada akhir Maret kemarin.
Karena kontaminasi asam bongkrek pada bahan makanan, sehingga banyak orang mengalami gangguan pencernaan, bahkan kematian.
Biro Kesehatan Kota Taipei mengumumkan perkembangan terbaru kasus tersebut pada Rabu malam kemarin (5/6), menambahkan satu kasus kematian, yakni seorang wanita berusia 53 tahun, yang makan di restoran tersebut pada 22 Maret 2024. Wanita tersebut diketahui meminta perawatan medis pada 25 Maret 2024, karena tidak-nyamanan fisik yang dirasakannya. Dia meninggal dunia meskipun telah dirawat di unit perawatan intensif. Saat ini, total ada 5 orang telah meninggal dalam kasus ini.
Menanggapi kasus kematian tersebut, Tseng Shu-hui, menyampaikan bahwa penyebab kematiannya adalah kegagalan pada banyak organ.

圖/聯合報
Pihak rumah sakit menyatakan bahwa informasi terkait pasien hanya dapat diungkapkan dengan persetujuan keluarga, dan rumah sakit tidak dapat memberikan komentar lebih lanjut untuk saat ini.
Selain itu, informasi yang dirilis oleh Biro Kesehatan Kota Taipei pada Rabu malam kemarin, juga mencakup kasus seorang pasien berusia 46 tahun yang sebelumnya menjalani transplantasi hati.
Pasien tersebut telah dipindahkan dari Rumah Sakit Afiliasi Universitas Kedokteran Taipei ke Rumah Sakit Wanfang untuk perawatan. Saat ini, pasien telah dipindahkan ke bangsal umum dan terus menjalani rehabilitasi dan perawatan, dengan kondisi yang menunjukkan tanda-tanda perbaikan secara bertahap.