(Taiwan, ROC) --- Restoran vegetarian "Polam Kopitiam" baru-baru ini didera kasus keracunan makanan skala besar. Setelah berhari-hari menjadi perhatian, akhirnya ada perkembangan signifikan dalam kasus ini.
Wakil Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan (MOHW), Wang Pi-sheng (王必勝), mengonfirmasi bahwa tinja dari koki pengganti berkewarganegaraan Vietnam ditemukan mengandung "Asam Bongkrek".
Karena koki tersebut tidak keracunan, maka Dokter Spesialis Kedokteran Integratif, Chiang Kuan-yu (姜冠宇), terkejut dan menyebutnya ini mungkin merupakan simbiosis yang jarang terjadi.

Tinja koki pengganti Vietnam yang mengandung "Asam Bongkrek" mengejutkan berbagai pihak. Sabtu kemarin (6/4), melalui unggahan di Facebook, Dokter Chiang Kuan-yu menjelaskan bahwa "Asam Bongkrek" sebenarnya adalah nama resmi dari "Asam Mikotoksin". Yang membuatnya bingung adalah koki tersebut ternyata tidak terpengaruh.
Dokter Chiang Kuan-yu juga menambahkan, penting untuk menguji apakah antibodi terhadap toksin bisa dideteksi dalam serum. Jika iya, ini bisa menandakan sebuah kasus simbiosis yang sangat tidak umum.
"Sungguh sangat aneh, saya sudah tidak tahu lagi bagaimana menjelaskannya," tulis Dokter Chiang Kuan-yu di bagian komentar.
"Masa inkubasi keracunan Asam Bongkrek hanya 1 hingga 10 jam, dan jika mengambil contoh dari seseorang yang buang air besar setiap hari, dari memakan hingga dikeluarkan (menjadi kotoran) itu bisa memakan waktu sekitar 3 hari. Jadi, tubuh koki tersebut tampaknya memang memiliki kemampuan untuk mengatasi Asam Bongkrek, bahkan mungkin berkat mikroflora simbiotik di ususnya," tambah Dokter Chiang Kuan-yu.

Koki asal Vietnam (memakai topi) yang merupakan koki pengganti di Polam Kopitiam.圖/聯合報
Dokter Chiang Kuan-yu menekankan bahwa sebelumnya di Taiwan sama sekali tidak ada pemeriksaan untuk ini, dan para ahli umumnya akan kesulitan mengenali patogen ini.
"Tampaknya penelitian tentang bakteri Burkholderia di Taiwan akan mengalami terobosan besar," lanjut Dokter Chiang Kuan-yu.
Faktanya, koki pengganti asal Vietnam di restoran Polim Kopitiam cabang Xinyi, sebelumnya sudah terdeteksi "Asam Bongkrek" pada tangannya. Dan kini tes feses pada koki bersangkutan kembali menunjukkan hasil positif untuk "Asam Bongkrek".
Mengenai hal ini, Wang Pi-sheng mengungkapkan, meski tes feses koki asal Vietnam tersebut menunjukkan hasil positif, tetapi tes darahnya menunjukkan hasil negatif untuk "Asam Bongkrek".
Yang mana ini menyiratkan bahwa dia tidak langsung mengonsumsi makanan yang terkontaminasi, melainkan terpapar dalam jumlah kecil melalui kontak tangan. Observasi lebih lanjut akan dilakukan terhadap kondisi fungsi organ hatinya.