(Taiwan, ROC) --- Hingga pada tanggal 28 Maret 2024, pukul 17:00, jumlah korban dari insiden keracunan makanan yang melanda "Polam Kopitam" A13 di Distrik Xinyi, Kota Taipei, telah berjumlah 18 orang.
10 orang telah diperbolehkan pulang untuk istirahat, sedangkan masih ada 1 orang yang dirawat di ruang umum, 5 orang di ICU, dan 2 orang lainnya dinyatakan meninggal dunia.
Pihak berwenang telah menggelar otopsi pada 2 jenazah pada Kamis kemarin (28/3). Selain itu, ada sekitar 35 sampel bahan makanan yang juga telah diamankan untuk diperiksa.
Setelah otopsi selesai dilakukan, Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan (MOHW) segera mengadakan konferensi pers darurat pada Kamis malam, pukul 20:30, dengan Wakil Menteri MOHW Wang Pi-sheng (王必勝) menjelaskan detail temuan dalam insiden ini.
Dalam konferensi pers semalam, Wang Pi-sheng menjelaskan bahwa "asam bongkrek" telah ditemukan dalam sampel. Namun demikian, ia menekankan ini hanya arah investigasi awal dan detail lebih lanjut masih perlu diperjelas.
Pernyataan dari Menteri Wang Pi-shengt ersebut, juga membenarkan spekulasi yang beredar di tengah masyarakat bahwa insiden mematilan ini mungkin berkaitan erat dengan "asam bongkrek".
Baca juga: Kenali Apa Itu “Asam Bongkrek”, Bagaimana Terbentuk dan Langkah Penanggulangan

Wakil MOHW dalam pertemuan pers pada Kamis malam (28/3). 圖/ETtoday
Selain itu, menurut laporan media "Mirror Media", korban pertama bermarga Lu (呂姓) sempat mengalami Disseminated Intravascular Coagulation (DIC). Dan senyawa "asam bongkrek" ditemukan dalam jaringan organ internal dan sampel isi perutnya.
Menurut klikdokter.com, Disseminated Intravascular Coagulation (DIC) adalah kondisi gangguan aliran darah yang ditandai dengan pengentalan darah yang berlebihan, dan menyebabkan sumbatan (trombus) di pembuluh darah pada berbagai organ.
Pada saat yang bersamaan dengan pengentalan darah di suatu organ dalam tubuh, terjadi pula perdarahan di organ lainnya. Hal ini yang menyebabkan DIC sangat berat dan dapat menyebabkan kematian.
Gejala DIC ini jarang terjadi. Data menyebutkan bahwa kondisi tersebut dialami oleh satu dari 100 orang yang menjalani perawatan di rumah sakit.

圖/聯合報
Selain hasil otopsi di atas, pada Kamis sore hari, pendiri Baolin, Li Fang-xuan (黎仿軒), dan perwakilan Chen Yi-fan (陳逸凡), menghadiri pertemuan dengan Biro Kehakiman, di mana Kepala Biro Kehakiman Taipei, Lian Tang-kai (連堂凱), menyampaikan sebagian isi pertemuan tersebut.
Mereka mengingatkan publik yang telah mengunjungi restoran Polam Kopitam antara tanggal 17 Maret 2024 hingga 25 Maret 2024, untuk memperhatikan kondisi kesehatan mereka sendiri.
Saat ini telah diketahui ada 91 catatan transaksi yang akan diserahkan kepada Biro Kesehatan untuk diumumkan di bagian khusus, sehingga masyarakat dapat memeriksa dan mengonfirmasi apakah mereka telah makan di restoran Polam Kopitam belakangan ini melalui waktu dan jumlah transaksi.