(Taiwan, ROC) --- Baru-baru ini, kasus keracunan makanan yang disebabkan oleh "Polam Kopitam" di Taipei sudah menyebabkan 2 orang meninggal dan 6 orang mengalami gejala keracunan makanan, seperti mual dan muntah.
Sebenarnya, apa saja gejala keracunan makanan? Berapa lama masa inkubasinya? Bagaimana cara mengatasinya?

圖/TVBS
Apa itu Keracunan Makanan?
Keracunan makanan terjadi ketika makanan atau air minum terkontaminasi oleh patogen, termasuk logam berat/kimia, bakteri, virus, parasit, dan toksin biologis.
Definisi ini secara khusus menekankan bahwa peristiwa keracunan makanan dapat ditentukan jika terdapat 2 orang atau lebih mengalami gejala serupa, yang akan memicu penyelidikan lebih lanjut oleh otoritas terkait.
Menurut data dari Pusat Perlindungan Kesehatan Departemen Kesehatan Hong Kong, sumber umum keracunan makanan bisa meliputi:
1. Bakteri Salmonella
2. Bakteri Staphylococcus aureus
3. Bakteri Escherichia coli
4. Bakteri Vibrio parahaemolyticus
5. Bakteri Clostridium perfringens
6. Tetrodotoxin
7. Kentang yang sudah bertunas
8. Clostridium botulinum

圖/PEXELS
Jenis Keracunan Makanan
Terdapat berbagai jenis keracunan makanan. Berdasarkan informasi dari China Medical University Hospital dan Administrasi Makanan dan Obat-obatan (FDA), jenis-jenis keracunan makanan bisa meliputi logam berat, zat kimia, bakteri, dan virus.
1. Keracunan makanan akibat bakteri: seperti Salmonella, Staphylococcus aureus, Bacillus cereus, dll.
2. Keracunan makanan akibat zat kimia: seperti pestisida, zat tambahan ilegal, logam berat
3. Keracunan biologis atau alami: seperti toksin Tetrodotoxin (racun pada ikan fugu), jamur beracun, kerang beracun, kentang yang bertunas, jamur, seafood busuk yang menghasilkan histamin
3. Keracunan makanan akibat virus: seperti Norovirus, virus Hepatitis A, dll.
Keracunan makanan dapat menyebabkan berbagai gejala, dan yang terutama akan menyerang saluran pencernaan. Menurut data dari National Institutes of Health Amerika Serikat, gejala keracunan makanan bisa bertahan dari beberapa jam hingga beberapa hari. Gejala keracunan makanan meliputi:
1. Diare atau tinja berdarah
2. Muntah
3. Demam
4. Nyeri pada saluran pencernaan

圖/OKEZONE,COM
Selain saluran pencernaan, beberapa kasus keracunan makanan juga dapat menyebabkan kerusakan pada sistem saraf dan gejala lain, seperti:
1. Penglihatan kabur
2. Sakit kepala, pusing
3. Paralisis
4. Kesemutan atau mati rasa pada kulit
4. Kelemahan, kelelahan
5. Keringat dingin
6. Nyeri otot
Keparahan gejala ini dapat bervariasi tergantung pada sistem kekebalan tubuh, usia, kondisi kesehatan, jenis dan jumlah patogen yang dikonsumsi. Beberapa orang mungkin hanya memerlukan istirahat di rumah untuk pulih, sementara yang lainnya mungkin memerlukan perawatan rumah sakit atau bahkan dapat menyebabkan kematian.

圖/PEXELS
Penyebab Umum Keracunan Makanan
Penyebab umum keracunan makanan terutama adalah penyimpanan dan pengolahan makanan yang tidak tepat. Contohnya pemanasan makanan yang tidak cukup (matang), penyimpanan makanan yang tidak tepat, membiarkan makanan terlalu lama pada suhu ruangan setelah dimasak, kontaminasi silang antara makanan mentah dengan matang, serta sanitasi lingkungan memasak dan peralatan yang buruk.
Apakah Perlu ke Dokter Karena Keracunan Makanan?
Apakah perlu ke dokter atau tidak bisa bervariasi? Jawaban ini tergantung pada gejala dan tingkat keparahannya. National Institutes of Health Amerika Serikat menyarankan untuk memperhatikan gejala pada lansia, anak-anak, dan wanita hamil.
Jika terjadi kondisi di bawah berikut ini, maka sebaiknya segera konsultasi ke dokter:
1. Kelelahan parah
2. Demam tinggi
3. Muntah berulang
4. Diare lebih dari 6 kali dalam sehari
5. Diare lebih dari 3 hari
6. Gejala sistem saraf
7. Tinja berdarah, tinja dengan nanah atau lendir
8. Tanda-tanda dehidrasi, seperti haus berlebihan, berkurangnya frekuensi buang air kecil, warna urine gelap, sakit kepala, kelelahan

圖/PEXELS
Masa Inkubasi Keracunan Makanan
Setelah mengonsumsi makanan yang terkontaminasi oleh patogen, gejala keracunan makanan tidak akan selalu langsung muncul, dan biasanya terdapat masa inkubasi. Masa inkubasi berbagai patogen bisa berbeda-beda.
Menurut data dari Kaohsiung Medical University Hospital dan FDA, masa inkubasi umum untuk keracunan makanan bakteri antara lain:
1. Vibrio parahaemolyticus: sekitar 4 sampai 24 jam
2. Staphylococcus aureus: sekitar 1 sampai 6 jam
3. Escherichia coli: sekitar 8 sampai 24 jam
4. Salmonella: sekitar 6 sampai 72 jam
5. Bacillus cereus: terdapat tipe muntah dan tipe diare, tipe muntah sekitar 30 menit sampai 6 jam, sedangkan tipe diare adalah 6 sampai 15 jam.
Masa inkubasi keracunan makanan yang disebabkan faktor biologis/natural akan berkisar 20 menit sampai 3 jam. Sedangkan keracunan makanan akibat logam berat memiliki rentang masa inkubasi yang lebih luas, dari beberapa menit hingga beberapa tahun.
圖/YAHOOTAIWAN
Mengobati Keracunan Makanan
Pengobatan keracunan makanan sebagian besar adalah terapi suportif (jenis psikoterapi yang berfokus pada memberikan dukungan emosional dan praktis kepada klien), yang mana mirip dengan gastroenteritis (peradangan pada saluran pencernaan, tepatnya di bagian lambung dan usus).
Menurut data dari National Health Service (NHS) Inggris, beberapa tindakan yang dapat dilakukan meliputi:
1. Banyak istirahat
2. Banyak minum air dan elektrolit. Ketika minum, minumlah seteguk demi seteguk dan jangan terburu-buru, agar tidak memicu atau memperburuk gangguan gastrointestinal
3. Makanan yang ringan, atau berpuasa untuk memberi istirahat pada saluran pencernaan
4. Menghindari makanan berminyak atau pedas
Selain itu, demam bisa diobati dengan mengonsumsi obat antipiretik (penurun panas) atau analgesik (penghilang rasa nyeri/sakit).
Namun, penggunaan obat anti-diare atau anti-muntah umumnya tidak disarankan, karena tubuh mencoba mengeluarkan patogen melalui diare dan muntah. Obat anti-diare dan anti-muntah malah bisa menghambat pengeluaran patogen dan mungkin memperburuk infeksi di dalam tubuh.
圖/YAHOOTAIWAN
Bagaimana Melaporkan Keracunan Makanan?
Jika Anda mencurigai keracunan makanan, dan ada 2 orang atau lebih yang menunjukkan gejala serupa, sebaiknya segera mencari bantuan medis.
Saat ke dokter, sebaiknya simpan sisa makanan atau vomitus/feses. Dokter akan menentukan apakah itu keracunan makanan.
Jika ditemukan kasus yang mencurigakan, fasilitas medis akan melaporkannya ke kantor kesehatan setempat, yang kemudian akan melakukan investigasi lebih lanjut.

圖/PEXELS
Perbedaan Antara Keracunan Makanan dengan Gastroenteritis?
Gejala keracunan makanan dan gastroenteritis sangat mirip, termasuk mual, muntah, diare, kram perut, dan demam, sehingga kadang sulit untuk segera menentukan apakah itu keracunan makanan atau gastroenteritis.
Namun, menurut data dari University Hospitals, gejala gastroenteritis biasanya muncul 12 hingga 48 jam setelah makan, sedangkan keracunan makanan dapat memicu gejala lebih cepat, sekitar beberapa jam setelah konsumsi.
Di samping itu, gejala gastroenteritis mungkin meningkat secara bertahap, sedangkan gejala keracunan makanan biasanya datang secara tiba-tiba dan intens.

圖/健康雜誌
Klaim Asuransi Akibat Keracunan Makanan
Apakah keracunan makanan dapat diklaim? Itu akan bergantung pada situasinya. Jika keracunan makanan terjadi pada beberapa orang (2 atau lebih) dan memenuhi kriteria tidak disengaja, eksternal, situasi mendadak, serta dianggap sebagai kecelakaan, maka perusahaan asuransi akan melakukan klaim.
Namun, jika disebabkan oleh alergi makanan individu atau fungsi gastrointestinal yang buruk, maka itu tidak termasuk dalam cakupan klaim.