(Taiwan, ROC) --- Krisis "Angkak" perusahaan Kobayashi Pharmaceutical di Jepang semakin meluas. Pada Rabu kemarin (27/3), terdapat tambahan dua kasus meninggal, sehingga saat ini total sudah empat orang meninggal dunia, dan lebih dari seratus orang dirawat di rumah sakit.
Kobayashi Pharmaceutical telah mengumumkan nomor seri produk bermasalah tersebut dan akan melakukan penarikan serta pemusnahan untuk 1 juta produk yang diproduksi setelah bulan September tahun 2023 lalu.
Selain itu, Kobayashi Pharmaceutical menyatakan bahwa setidaknya memerlukan satu hingga dua bulan lagi untuk menemukan komponen apa yang bermasalah, sehingga pemerintah Jepang telah memerintahkan untuk menyelidiki masalah keamanan pada 7.000 produk kesehatan yang beredar di pasaran.

Krisis keracunan suplemen "Angkak" milik Kobayashi Pharmaceutical di Jepang semakin meluas. Pada pertemuan rapat pemegang saham hari Kamis kemarin (28/3), Kobayashi Pharmaceutical mengumumkan bahwa jumlah kematian terkait penggunaan suplemen bersangkutan meningkat menjadi empat orang. Selain itu, ada lebih dari 100 orang dirawat di rumah sakit.
Kobayashi Pharmaceutical, yang diperintahkan untuk menarik produknya, telah mengumumkan nomor seri produk yang dicurigai bermasalah, dengan menargetkan suplemen yang diproduksi setelah September tahun 2023 lalu.
Setelah pengumuman dirilis, banyak konsumen yang baru menyadari bahwa mereka telah membeli produk bermasalah tersebut.

圖/鉅亨
Seorang konsumen berusia 34 tahun dari Jepang berkata, "Harapan untuk kesehatan tubuh dengan mengonsumsi sesuatu, ternyata berbalik menjadi efek yang tidak diinginkan."
Pria berusia 34 tahun tersebut mengira dengan mengonsumsi angkak dapat menjaga bentuk tubuhnya. Selain itu, ada juga konsumen yang membeli produk bersangkutan, karena nama besar perusahaan Kobayashi Pharmaceutical.
Seorang konsumen berusia 40 dari Jepang mengatakan, "Kami percaya pada reputasi Kobayashi Pharmaceutical, ibu saya juga mengonsumsi suplemen dari Kobayashi Pharmaceutical, jadi kami sangat mempercayai mereka, merasa mereka lebih baik dari merek lain, itulah mengapa kami memilih produk ini."
Meskipun kondisi kesehatan kedua orang di atas untuk sementara tidak berbahaya, tetapi terdapat pria berusia 30-an yang menjadi korban mengeluhkan rasa lelah dan berat di seluruh tubuh setelah mengonsumsinya selama satu bulan, serta harus bangun tengah malam untuk buang air kecil berkali-kali.
Di samping itu, seorang pria berusia 45 tahun juga mengalami penurunan fungsi ginjal, setelah mengonsumsi suplemen bersangkutan selama 3 bulan. Dokter yang merawat menyampaikan bahwa fungsi ginjal dari pria berusia 45 tahun tersebut, tampak seperti seorang lansia berusia 80 tahun.
![]()
圖/Rti
Dokter pun menyerukan kepada mereka yang merasakan keanehan untuk segera melakukan pemeriksaan darah dan urin di rumah sakit.
Seorang dokter spesialis ginjal di Jepang berkata, "Penting untuk mendeteksi masalah sejak dini, jadi bagi siapa saja yang khawatir, mohon segera datang ke fasilitas medis untuk melakukan pemeriksaan ginjal dan urin."
Hingga saat ini, Kobayashi Pharmaceutical masih belum mengetahui apa masalah sebenarnya dengan angkak. Apalagi bahan baku angkak Kobayashi telah menyebar ke setidaknya 170 produsen di hilir.
Agensi Perlindungan Konsumen Jepang juga telah berencana untuk melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap 7.000 produk kesehatan fungsional di seluruh negeri untuk menemukan korban lain.