(Taiwan, ROC) --- Pada tanggal 22 Maret 2024, perusahaan Kobayashi Pharmaceutical Jepang mengumumkan penarikan tiga produk suplemen kesehatan yang mengandung angkak.
Hingga Selasa hari ini (26/3), telah diketahui ada 76 orang dirawat di rumah sakit karena masalah ginjal setelah mengonsumsi produk tersebut, beberapa di antaranya sempat memerlukan dialisis.
Berita terbaru dari media Jepang menyebutkan bahwa Kobayashi Pharmaceutical mengindikasikan adanya satu kasus kematian yang diduga berkaitan dengan konsumsi suplemen mengandung angkak*.
*Angkak yaitu beras putih jenis tertentu yang dibiakkan dengan sejenis ragi khusus selama beberapa hari sehingga mengubah warna beras menjadi merah.
Angkak telah dikenal penduduk Tiongkok sejak ratusan tahun silam, dan umum digunakan orang Tionghoa sebagai bagian dari campuran rempah masakan dan herbal kesehatan mereka.
Di Amerika, angkak yang dikenal dengan nama Red Yeast Rice kini mulai popular dan dijual dalam bentuk kapsul sebagai penurun kolesterol alamiah yang ampuh.

Kobayashi Pharmaceutical menyatakan bahwa mereka dihubungi oleh keluarga yang menyebutkan bahwa seorang pasien lanjut usia meninggal karena penyakit ginjal pada bulan Februari lalu.
Pasien di atas diketahui telah membeli dan mengonsumsi produk "紅麹コレステヘルプ" dari Kobayashi Pharmaceutical hampir selama tiga tahun sejak April 2021, dengan dosis tiga kapsul per hari.
Saat ini, hubungan sebab akibat antara kematian pasien dengan produk tersebut masih belum jelas. Kobayashi Pharmaceutical berencana untuk bertemu dengan keluarga almarhum untuk menanyakan detail lebih lanjut.
Pada tanggal 22 Maret 2024, Kobayashi Pharmaceutical mengumumkan bahwa pihaknya menarik produk suplemen kesehatan "紅麹コレステヘルプ" yang mulai dijual pada tahun 2021.
Produk yang juga mengandung komponen angkak, yaitu "ナットウキナーゼさらさら粒GOLD " dan "ナイシヘルプ+コレステロール" juga akan ditarik.

圖/大研生醫
Mengingat 80% angkak yang mereka produksi dijual kepada perusahaan lain, termasuk 52 perusahaan di Jepang dan Taiwan yang bergerak di bidang minuman, makanan, dan farmasi, maka perusahaan-perusahaan tersebut juga terburu-buru mengumumkan penarikan produk dari pasaran.
Pada tanggal 22 Maret 2024, Kobayashi Pharmaceutical menyatakan bahwa ada 13 orang yang dirawat di rumah sakit karena masalah ginjal setelah mengonsumsi produk terkait angkak.
Berita terbaru hari ini menunjukkan bahwa jumlah pasien yang dirawat telah meningkat secara signifikan menjadi setidaknya 76 orang. Namun, hubungan antara produk dan kondisi kesehatan konsumen masih belum jelas.

(圖/翻攝自小林製藥官網)
Analisis menunjukkan bahwa beberapa bahan baku "angkak" mengandung "substansi tidak dikenal" yang mirip dengan komponen yang dihasilkan oleh jamur, menyebabkan reaksi alergi setelah dikonsumsi.
Beberapa laboratorium penelitian di universitas sedang bekerja sama dengan Kobayashi Pharmaceutical untuk mengidentifikasi substansi tersebut dan hubungannya dengan kondisi kesehatan konsumen.