(Taiwan, ROC) Parade LGBTQ “Miss LA Pride 2025” Rainy Dayz mengatakan, berkat upaya dari Nymphia Wind, ia mengetahui bahwa Taiwan adalah negara pertama di Asia yang melegalkan pernikahan sesama jenis, beranggapan pencapaian ini pantas untuk diberi pujian besar.
Parade LGBTQ di Los Angeles telah memasuki tahun ke-55, dan digelar pada tanggal 8 Juni di Hollywood Boulevard, aksi turun ke jalan menempuh sejauh 2 kilometer, melibatkan lebih dari 100.000 orang ikut berpartisipasi, sepanjang jalan dipenuhi dengan hiasan bendera pelangi, musik yang meriah sebagai bentuk pernyataan dukungan terhadap hak-hak LGBTQ (lesbian, gay, biseksual, transgender, dan queer).
Rainy Dayz terpilih sebagai Miss LA Pride oleh panitia, dalam wawancara sebelum parade ia menjelaskan bahwa makna dari parade ini adalah untuk menyuarakan nilai-nilai kesetaraan.
Rainy juga mengatakan bahwa setiap orang adalah bagian dari spektrum warna pelangi. Namun, ia mengakui bahwa situasi politik di Amerika Serikat di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump tidak terlalu ramah terhadap komunitas LGBTQ.
Rainy Dayz menekankan pentingnya memberikan suara dalam sistem demokrasi. Ia mengatakan, “Di tengah atmosfer politik saat ini, banyak serangan terhadap komunitas LGBTQ. Karena itu, ikut andil dalam pemilu sangat penting. Bukan hanya pemilu presiden setiap empat tahun, tetapi juga pemilu sela, termasuk pemilihan walikota, anggota dewan, gubernur, hingga anggota kongres untuk memilih orang yang tepat.”
Tahun ini, Ditjen Pariwisata Taiwan ikut ambil bagian dalam parade kebanggaan Los Angeles dengan membentuk tim khusus. Sekitar 50 relawan turut berpartisipasi. Mobil hias mereka menampilkan tulisan besar “Taiwan” dan dihiasi elemen budaya seperti beruang hitam Taiwan, boba milk tea, serta pagoda naga dan harimau dari Lotus Pond, Distrik Zuoying Kaohsiung,. Sejumlah "Miss Taiwan-Amerika" yang terpilih dari komunitas Tionghoa perantau Taiwan di AS berdiri di atas mobil hias sambil melambaikan tangan ke penonton di sepanjang jalan.
Celine Huang, salah satu Miss Taiwan-Amerika, mengatakan, “Taiwan adalah negara yang terbuka, bebas, dan penuh rasa hormat terhadap sesama. Kami sangat senang bisa berbagi energi dan nilai-nilai ini di sini.”
Sementara itu, Maryanne Peng, Miss Taiwan-Amerika lainnya, mengungkapkan bahwa ia baru saja mengunjungi Taiwan sebulan yang lalu dan merasa bangga dengan jalanan di Ximending yang dicat dengan warna pelangi.