(Taiwan, ROC) Acara pembukaan pameran internasional “Japan Drone 2025” digelar kemarin (4/6) di Prefektur Chiba, Jepang. "Taiwan Excellence Drone International Business Opportunity Alliance" (TEDIBOA) ikut dalam pameran tersebut dan mendirikan pavilion Taiwan, untuk pertama kalinya tim nasional Drone Taiwan hadir dalam pameran di Jepang. TEDIBOA bersama Japan UAS Industry Development Association (JUIDA) menandatangani nota kesepahaman (MoU), membuka peluang kerja sama dan pertukaran industri drone antara Taiwan-Jepang, serta kondusif memperkuat "rantai pasokan non-merah (non-red supply chain).”
Pameran internasional “Japan Drone 2025” resmi dibuka pada tanggal 4 Juni kemarin. Saat acara pembukaan, Ketua TEDIBOA sekaligus Chairman, Aerospace Industrial Development Corporation (AIDC), Hu Kai-hung (胡開宏) dalam sambutannya mengatakan, sejak aliansi ini berdiri, telah merangkul lebih dari 200 perusahaan, mencakup desain, manufaktur, kendali penerbangan pesawat, komunikasi, dan berbagai komponen serta perangkat lunak inti dan membentuk rantai pasokan yang lengkap.”
Dalam acara turut dihadiri Ambasador Kantor Perwakilan Ekonomi dan Budaya Taipei di Jepang, Lee I-yang (李逸洋) menyampaikan, “Industri drone tengah mengubah dunia dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Lembaga internasional memperkirakan bahwa pada tahun 2030, ukuran pasar global akan mencapai UD$ 50 miliar. Di medan perang Rusia-Ukraina, senjata terpenting adalah drone, yang telah sepenuhnya mengubah cara perang tradisional berlangsung. Taiwan telah menyadari tren ini sejak dini dan membentuk tim nasional drone.”
Lee I-yang menambahkan bahwa sejak TEDIBOA didirikan pada tahun 2024, jumlah anggotanya telah tumbuh dari sekitar 50 menjadi lebih dari 200 perusahaan hanya dalam waktu kurang dari satu tahun, dan memimpin industri drone Taiwan ke panggung internasional.
Lebih lanjut ia mengatakan, “Taiwan-Jepang memiliki keunggulan yang sangat saling melengkapi di bidang drone. Taiwan memiliki keunggulan dalam teknologi informasi dan komunikasi, fondasi industri semikonduktor, serta kemampuan integrasi sistem. Sementara Jepang unggul dalam manufaktur presisi dan penerapan teknologi. Seperti halnya kerja sama sukses Taiwan-Jepang di industri semikonduktor, kolaborasi industri drone antara kedua negara juga dapat menjadi model percontohan baru.”
Ketua TEDIBOA Hu Kai-hung (胡開宏) dan Wakil Ketua JUIDA, Yasuhiro Chida secara resmi menandatangani nota kesepahaman dengan disaksikan oleh Ambasador Lee I-yang dan Direktur Komite Pengembangan Industri Penerbangan dan Antariksa, Kementerian Ekonomi, Chien Chih-wei (簡志維).
Lee I-yang mengatakan, penandatanganan MoU ini akan semakin memperdalam hubungan kedua belah pihak, mempererat kerja sama dalam integrasi sistem dan komponen penting, dan memperkuat pembentukan "rantai pasokan non-merah."
Ia juga menyampaikan, tim nasional Taiwan akhir bulan Mei lalu turut berpartisipasi dalam pameran drone di Texas, Amerika Serikat, mereka berhasil menjalin lebih dari 20 peluang kerja sama dengan nilai bisnis yang melebihi NT$ 1 miliar. Hal ini menunjukkan keyakinan kuat terhadap rantai pasokan drone yang demokratis. Ia yakin bahwa kerja sama Taiwan-Jepang-Amerika akan mampu meraih peluang besar di pasar global drone.