(Taiwan, ROC) -- Sebagai tanggapan atas kontroversi terkait Jalur Biru MRT Taichung, Menteri Transportasi Taiwan, Wang Kwo -tsai (王國材) dalam kunjungan pertamanya ke Yuan Legislatif di hari ini (16 November) mengungkapkan, bahwa ada beberapa perubahan dalam rencana komprehensif Jalur Biru MRT Taichung, termasuk bagaimana mencari cara paling efektif Stasiun Shalu akan diintegrasikan dengan jalur kereta layang di masa depan. Hal ini merupakan penilaian profesional dan Pemerintah Kota Taichung diminta untuk terus melakukan penyesuaian terkait isu-isu teknis.
Walikota Taichung, Lu Shiow-yen (盧秀燕) baru-baru ini mengutarakan bahwa Wakil Presiden William Lai (賴清德) tidak ingin membantu Taichung untuk membangun MRT jalur biru. William Lai menanggapi, bahwa studi kelayakan telah disetujui ketika dia menjadi Ketua Yuan Eksekutif. Pemerintah Taichung-lah yang menunda dan mengubah rencana.
Menteri Wang menyampaikan, bahwa Jalur Biru MRT Taichung telah mengalami perubahan besar dari kelayakan menjadi perencanaan yang komprehensif di masa lalu, termasuk Stasiun Pingding dan Zhengying. Hal yang terpenting adalah Stasiun Shalu mengalami perubahan, dengan jarak sekitar 450 meter dari Stasiun Shalu yang ada saat ini. Diharapkan selanjutnya stasiun tersebut dapat terintegrasi dengan jalur kereta layang di masa depan. Hal ini merupakan penilaian profesional. Jika tidak, stasiun yang dibangun di Shalu, di masa depan tidak dapat bekerja sama dan tidak tahu bagaimana cara untuk melewatinya.
Menteri Wang mengungkapkan, bahwa Pemerintah Kota Taichung masih membuat beberapa kajian terkait jalur laut dari jalur kereta layang Taichung. Kementerian Transportasi meminta Pemerintah Kota Taichung untuk mengajukan rencana yang lebih rinci dalam integrasi lokasi stasiun dari Jalur Biru MRT. Hal ini merupakan isu teknis dan Pemerintah Kota Taichung diharapkan dapat terus bekerja keras.