(Taiwan, ROC) – Merujuk pada pemberitaan dari media AFP, Deforestasi atau penebangan hutan di Amazon Brasil yang dilakukan beruntun pada bulan Mei sejak tahun sebelumnya, tetap menjadi tingkat penebangan hutan tertinggi ke-2 di dunia untuk skala periode yang sama, terus melanjutkan tahun penghancuran hutan hujan terbesar di dunia.
Data laporan dari satelit yang dirilis oleh Badan Antariksa Nasional Brasil (INPE) pada tanggal 10 Juni menunjukkan bahwa total tercatat ada 900 kilometer persegi, hutan hujan Amazon ditebang pada bulan Mei, yang mana setara dengan lebih dari 126.000 luas lapangan sepak bola.
Angka tersebut lebih rendah 35% dibandingkan Mei 2021, namun masih merupakan angka terburuk ke-2 sejak rekor penebangan hutan dihitung mulai pada bulan Agustus 2015.
Selain itu, deforestasi atau penebangan hutan sepanjang tahun 2022, meningkat 12,7% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Hutan hujan Amazon adalah sumber daya utama untuk kebutuhan pengendalian perubahan iklim global, dan para ahli mengatakan kehancuran sebagian besar disebabkan oleh pertanian dan padang rumput. Brasil adalah produsen kedelai dan daging sapi terbesar di dunia.
Presiden Brasil Jair Bolsonaro, adalah sekutu lobi agrobisnis yang kuat, yang telah mendominasi gelombang penebangan hutan Amazon sejak ia mengambil alih kekuasaan pada 2019. Namun dirinya mengklaim bahwa peningkatan kegiatan pertanian dan pertambangan di Amazon akan menurunkan tingkat kemiskinan di wilayah tersebut.
Deforestasi tahunan rata-rata di Amazon Brasil di bawah presiden sayap kanan telah meningkat sebesar 75% dibandingkan dekade sebelumnya.