(Taiwan, ROC) Kemarin (7/6) parlemen Uni Eropa meloloskan resolusi kemitraan Taiwan mengenai “tantangan keamanan untuk Uni Eropa dan kawasan Indo Pasifik”, yang menyampaikan Uni Eropa menempatkan Taiwan sebagai sahabat demokrasi dan mitra penting dalam kawasan Indo Pasifik. Kementerian Luar Negeri pada hari Rabu ini (8/6) menyampaikan berkaitan dengan sikap ini pihaknya mengapresiasi setinggi-tingginya, akan berlanjut membina kerja sama yang akrab, menjaga stabilitas dan perdamaian selat Taiwan dan kawasan Indo Pasifik.
Sidang Uni Eropa pada tanggal 7 Juni memperoleh 475 suara setuju, 60 suara tidak setuju, 80 suara abstain, maka diloloskan laporan terkait “tantangan keamanan untuk Uni Eropa dan kawasan Indo Pasifik”. Ini menjadi kelima kalinya pada tahun ini Uni Eropa meloloskan laporan kemitraan Taiwan. Kemenlu mengatakan, sikap pragmatis dalam sidang Uni Eropa yang memberi dukungan untuk Taiwan, tidak hanya menyerukan agar masyarakat kubu demokrasi seluruh dunia turut mementingkan keamanan selat Taiwan, Uni Eropa juga berulang kali menunjukkan sikap waspada dan semakin tegas terhadap tindakan RRT yang merusak stabilitas dan perdamaian regional.
Isi laporan ini menaruh banyak perhatian terhadap keamanan Laut Taiwan, menekankan integritas teritorial Taiwan yang mendapat ancaman dari RRT, menyebabkan situasi tidak kondusif terhadap stabilitas dan keamanan regional, menentang tindakan sepihak apapun yang mengancam dan merusak status quo Laut Taiwan serta menekankan kecaman keras terhadap maksud RRT mempropaganda perang Rusia-Ukraina setara dengan situasi keamanan Taiwan.
Dalam laporan juga menyambut peran aktif Taiwan yang mempromosikan keamanan dan perdamaian kawasan Indo Pasifik, menempatkan Taiwan sebagai sahabat demokrasi dan mitra penting dalam kawasan Indo Pasifik, maka mendesak agar Uni Eropa dan Taiwan melakukan kerja sama pertukaran dalam berbagai aspek, serta mendukung Taiwan berstatus sebagai anggota pengamat ikut serta dalam organisasi internasional termasuk Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Kemenlu mengatakan, sidang Uni Eropa pada tahun ini secara berturut-turut meloloskan 4 laporan rekomendasi kebijakan tahunan, untuk kelima kalinya meloloskan laporan Kemitraan Taiwan diantaranya resolusi darurat mengenai “pelanggaran HAM di Hongkong”, laporan “ Common Foreign and Security Policy (CFSP) , Common Security and Defence Policy (CSDP) dan the Special Committee for Foreign Interference in all Democratic Processes in the EU, Including Disinformation (INGE). Berkaitan dengan diloloskannya laporan ini dalam parlemen Uni Eropa, Kemenlu mengapresiasi setinggi-tingginya, berpandangan optimis atas dukungan parlemen Uni Eropa yang mendukung Taiwan ikut serta dalam sidang WHA yang berlangsung pada tahun ini, berlanjut menyuarakan partisipasi Taiwan dalam dunia internasional.
Kemenlu menekankan, Taiwan adalah anggota yang turut mengemban tanggung jawab terhadap kawasan Indo Pasifik, maka berperan aktif melakukan kerja sama akrab dengan Uni Eropa, negara anggota Uni Eropa dan negara yang memiliki pandangan sepaham, untuk melindungi stabilitas dan perdamaian Laut Taiwan dan kawasan Indo Pasifik, berkomitmen melawan sistem otoritarianisme yang mengancam tatanan internasional. Taiwan akan berpegang teguh nilai-nilai universal bersama membagi kebebasan, demokrasi dan supremasi hukum.