(Taiwan, ROC) – Dialog ekonomi tingkat menteri pertama antara Taiwan dan Uni Eropa digelar pada tanggal 2 Juni kemarin. Selama pertemuan berlangsung, kedua belah pihak sepakat untuk membentuk sebuah platform guna memfasilitasi diskusi berkelanjutan di antara tingkat pekerja serta untuk membahas lebih lanjut kemungkinan kerjasama pada topik-topik seperti ekonomi digital, fasilitasi perdagangan, dan ketahanan rantai pasokan semikonduktor. Kementerian Perekonomian (MOEA) Taiwan mengemukakan, dengan diadakannya dialog kali ini, dapat dilihat sebagai terobosan besar dalam hubungan Taiwan-Uni Eropa. Menteri Perekonomian, Wang Mei-hua (王美花) dan Direktur Jenderal Dirjen Perdagangan Komisi Eropa, Sabine Weyand, bersama-sama memimpin “Pertemuan Dialog Ekonomi dan Perdagangan Taiwan-Uni Eropa” pada 2 Juni malam
Biro Perdagangan Kementerian Perekonomian pada tanggal 2 Juni menuturkan, hubungan Taiwan dan Uni Eropa semakin hari semakin erat. Ketika Uni Eropa mengumumkan “Strategi Kerjasama Indo-Pasifik Uni Eropa” pada bulan September tahun lalu (2021), menunjukkan jika pihaknya akan mencari hubungan perdagangan dan investasi yang mendalam dengan Taiwan, serta akan bekerja sama dengan Taiwan dan mitra lainnya dalam semikonduktor. Kedua belah pihak terus memegang nilai-nilai kebebasan, demokrasi dan hak asasi manusia. Selain itu, Taiwan adalah mitra ekonomi dan perdagangan penting Uni Eropa. Konferensi Dialog Ekonomi dan Perdagangan pada hari ini merupakan tonggak penting dalam hubungan Taiwan-Uni Eropa.
Pada pertemuan ini, kekhawatiran utama pihak Eropa adalah tentang ketahanan dan kerja sama rantai pasokan semikonduktor, skema terkait industri tenaga angin lepas pantai, dan “pemeriksaan keamanan pangan serta karantina hewan dan tumbuhan” (SPS). Pihak Taiwan melakukan diskusi dengan pihak Eropa mengenai isu-isu seperti hubungan investasi dan kerja sama, serta transisi net zero 2050, serta menjelaskan rencananya untuk bergerak menuju emisi net zero 2050, sehingga pihak Eropa dapat sepenuhnya memahami tekad Taiwan dalam mengurangi emisi karbon.
Biro Perdagangan membeberkan, selama pertemuan, selain bertukar pandangan tentang kemajuan topik yang dibahas dalam pertemuan tingkat pekerja sebelumnya, kedua belah pihak juga sepenuhnya bertukar pandangan tentang bagaimana agar dapat bekerja sama dan melakukan pertukaran dengan sepenuhnya dalam isu-isu strategis seperti perdagangan, investasi, penelitian dan hubungan inovasi. Kedua belah pihak juga sepakat untuk membentuk platform guna memfasilitasi diskusi berkelanjutan antara tingkat pekerja dari kedua belah pihak dan memperdalam kemitraan.
Dalam hal kerjasama semikonduktor Taiwan-Uni Eropa, Biro Perdagangan menyatakan jika kecamuk pandemi pada tahun lalu menyebabkan kekurangan chip, dan Taiwan telah berusaha keras membantu mitra sekutu seperti Uni Eropa, guna meringankan masalah rantai pasokan. MOEA juga telah mengutus tim ahli semikonduktor ke Lituania, Slowakia, Republik Ceko dan 3 negara dari kawasan Eropa Tengah dan Timur lainnya, untuk melakukan kunjungan lapangan pada Maret tahun ini. Selain memahami lebih dalam akan perkembangan industri lokal, diharapkan dapat menjalin hubungan yang lebih erat dengan UE dalam hal pertukaran serta pengembangan bakat. Kedua pihak juga menyetujui untuk berbagi informasi rantai pasokan semikonduktor.
Menko Wang Mei-hua (王美花) menekankan, Taiwan akan terus berperan sebagai mitra tepercaya industri semikonduktor global, serta membantu menstabilkan ketahanan rantai pasokan.