(Taiwan, ROC) --- Pada tanggal 30 Mei 2022, “Asosiasi Pendukung Mantan Perdana Menteri Shinzo Abe” menggelar pertemuan perdananya di Tokyo. Asosiasi ini diprakarsai oleh Zhan De-xun (詹德薰), yang mengepalai Asosiasi Tionghoa Perantauan di Jepang dan Federasi Kehormatan Tionghoa – Jepang.
Dalam pidato pembukaannya, Shinzo Abe menyampaikan, dirinya sangat menantikan kerja sama lebih lanjut antara Jepang dengan Taiwan, terutama untuk sektor ekonomi dan pertahanan.
“Asosiasi Pendukung Mantan Perdana Menteri Shinzo Abe” mengadakan pertemuan perdananya di Meiji Memorial Hall di Tokyo . Ini adalah pertama kalinya bagi Asosiasi Tionghoa Perantauan di Jepang membentuk sebuah organisasi yang mendukung politisi setempat yang pernah menjabat posisi perdana menteri.
Mantan PM Shinzo Abe juga hadir dalam pertemuan tersebut dan memberikan pidato pembukaannya.
Pertemuan yang digelar pada tanggal 30 Mei 2022 tersebut juga dihadiri oleh beberapa tamu kehormatan lainnya, misal Kepala Japan Taiwanese Chamber of Commerce and Indutry, Chen Wu-fu (陳五福) dan 40 petinggi lainnya.
Dalam pidato pembukaannya, Shinzo Abe menyampaikan kekecewaannya terhadap keputusan untuk tidak menyertakan Taiwan dalam WHO. Keputusan tersebut sangat tidak masuk akal, terutama di saat-saat dunia tengah terserang COVID-19. Jepang tentunya juga akan membantu agar partisipasi Taiwan dapat diterima di dalam tubuh WHO.
Menanggapi agresi Rusia ke Ukraina, Shinzo Abe menyampaikan bahwa hal serupa tidak boleh terjadi di Benua Asia. AS sudah seharusnya menggelar kerja sama dengan Jepang dan Taiwan, yang mana hal tersebut berkemungkinan menghentikan niat RRT untuk melancarkan tekanan kepada Taiwan.
Dan yang terutama adalah harus mengambil tindakan pencegahan terlebih dahulu, dan mencegah terjadinya peperangan.
Presiden AS, Joe Biden menggelar konferensi pers bersama dengan PM Fumio Kishida pada tanggal 23 Mei 2022, sesaat setelah keduanya melangsungkan pertemuan tingkat tinggi. Saat ditanya apakah AS akan mengerahkan militer mereka ketika Taiwan diserang oleh RRT, Presiden Joe Biden menjawab, “Iya! Inilah yang kami janjikan!”.
Dalam kata sambutannya, Shinzo Abe menuturkan bahwa pernyataan Joe Biden di atas bukanlah hal yang janggal, karena ini sudah ketiga kalinya ia mengucapkan perkataan serupa. Apalagi dalam kegiatan jumpa pers, mereka sudah memperkirakan pertanyaan yang akan diajukan oleh para wartawan.
Lembaga administratif AS sedari dahulu senantiasa mengadopsi “strategi ambigu”, saat ditanya perihal perlindungan Taiwan dari serangan RRT. Menanggapi fakta tersebut, Shinzo Abe menjawab, strategi ambigu memiliki pengertian yang sangat luas. Jepang di lain pihak akan memberikan respons serupa dengan AS, maka dari itu pemerintah setempat tengah mewacanakan untuk merumuskan hukum perlindungan keamanan yang relevan.