(Taiwan, ROC) - Seiring pelonggaran prokes pandemi di banyak negara, Taiwan akan mengadopsi pelonggaran perbatasan secara tahap demi tahap melalui pengendalian yang didasarkan atas pertimbangan total kapasitas medis, demikian dilaporkan Pusat Komando Epidemi Sentral (CECC) dalam rapat kerja pencegahan pandemi di Yuan Eksekutif pada hari Senin, 30 Mei.
CECC menerangkan, diadopsinya prinsip prokes tersebut didasarkan pada pengamatan bahwa meskipun sudah agak mereda, lonjakan pandemi saat ini masih berada di puncak perjangkitan.
Perdana Menteri Su Tseng-chang (蘇貞昌) yang memimpin rapat telah menyetujui prinsip tersebut dan menginstruksikan CECC untuk bekerjasama dengan Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Transportasi dan Komunikasi dan Kementerian Luar Negeri, secepatnya menyelesaikan perencanaan bersangkutan dan mengumumkan prokes baru, termasuk pelonggaran batas jumlah kedatangan maksimum dan durasi karantina pelaku perjalanan dari luar Taiwan.
Dalam rapat kerja tersebut, CECC juga melaporkan, cakupan vaksinasi COVID-19 populasi Taiwan adalah 88,07% untuk dosis pertama, 81,75% untuk dosis kedua, dan 65,26% untuk dosisi ketiga; untuk yang berusia 65 sampai 74 tahun, yang telah menerima dosis pertama adalah 89,3%, dosis kedua 85,8% dan dosis ketiga 76,8%; sedangkan untuk yang berusia 75 tahun ke atas, yang telah menerima dosis pertama adalah 79,5%, dosis kedua 74% dan dosis ketiga 62,7%.
Mengenai vaksinasi bagi remaja dan anak-anak, CECC membeberkan, hingga 28 Mei, sejumlah 275.500 anak-anak berusia 6-11 tahun telah menerima vaksin Moderna, 179.800 anak-anak berusia 5-11 tahun telah menerima vaksin PfizerBioNTech, dan 11.000 remaja berusia 12-17 tahun telah menerima dosis ketiga.
Senin pagi, lanjut CECC, Taiwan menerima pengiriman 331.200 dosis vaksin PfizerBioNTech untuk anak-anak, yang akan segera diperiksa dan disalurkan kepada pemerintah daerah.