(Taiwan, ROC) -- Kementerian Dalam Negeri hari Jumat (27/5) menyampaikan, Pusat Penelitian dan Uji Coba Anti Kebakaran Kemendag telah bekerja sama dengan Singapura untuk menyediakan pelayanan pendeteksi kebakaran yang sesuai dengan standar negara Asia Tenggara sehingga dapat mengurangi biaya operasi, diperkirakan dapat mendongkrak nilai ekspor industri konstruksi dalam negeri Taiwan sebesar NT$2,6 miliar pertahunnya.
Guna meningkatkan daya saing internasional dan teknik uji coba anti kebakaran industri konstruksi Taiwan, Kementerian Dalam Negeri menyampaikan, Pusat Uji Coba Pencegahan Kebakaran bekerja sama dengan laboratorium uji coba bangunan TüV SüD PSB (Productivity and Standards Board) Singapura untuk uji coba tembok, langit-langit dan bagian lain bangunan yang anti kebakaran. Dari hasil uji coba lokal sudah disesuaikan untuk dapat digunakan di negara-negara Asia Tenggara, dan diperkirakan secara kasar dapat menghemat modal biaya hampir separuh serta mengurangi waktu pengiriman setidaknya 3 – 8 minggu.
Selain itu, Pusat Uji Coba Anti Kebakaran bekerja sama dengan UL (Underwriters Laboratories Inc) Amerika Serikat dengan menggunakan standar UL 2043, sehingga dikedepannya dapat memberikan pengujian asap dan pelepasan panas sebagai upaya anti kebakaran saat mengekspor produk informatika dalam negeri.
Kementerian Dalam Negeri mengungkapkan bahwa Pusat Uji Coba Anti Api Bangunan ini merupakan pusat uji coba yang paling terpercaya dan sempurna untuk di dalam negeri, menyediakan uji coba anti api untuk interior bangunan seperti jendela, konstruksi bangunan dan bagian khusus lainnya, dapat mengendalikan kualitas bahan bangunan anti api secara efektif. Masyarakat disarankan untuk mengubah dan menggunakan bahan bangunan yang memenuhi standar tahan api untuk dapat menjaga serta meningkatkan keselamatan bangunan dari bahaya kebakaran