(Taiwan, ROC) – Dalam wawancara khusus media Jerman beberapa hari lalu, mengenai ancaman dari Daratan Tiongkok, Menteri Luar Negeri Joseph Wu mengemukakan, Taiwan akan tetap memikul tanggung jawab dalam pertahanan nasional dan akan terus mencari dukungan dari Amerika Serikat untuk mengembangkan kemampuan perang asimetris dengan mendapatkan persenjataan pertahanan dan pertukaran informasi yang diperlukan.
Joseph Wu menerima wawancara khusus Friederike Boge dari media Jerman Frankfurter Allgemeine Zeitung (FAZ), membicarakan topik tentang perang Rusia – Ukraina, hubungan Taiwan dan Jerman, Taiwan dan Lithuania dan topik-topik lainnya. Wawancara ini dirilis pada laman politik surat kabar bersangkutan pada tanggal 17 Mei 2022.
Kementerian Luar Negeri hari ini (18 Mei) dalam pers rilis mengemukakan, wawancara khusus Menteri Luar Negeri Joseph Wu menyampaikan, masyarakat Ukraina menolak tegas agresi dari luar, untuk hal ini masyarakat Taiwan sangat memahaminya, harus memperkuat pergerakan seluruh masyarakat, tegas bertanggung jawab atas pertahanan diri sendiri dalam menghadapi ancaman militer Daratan Tiongkok. Taiwan juga terus berupaya mencari dukungan dari Amerika Serikat, mengembangkan kemampuan perang asimetris dengan mendapatkan persenjataan pertahanan dan pertukaran informasi yang diperlukan. Joseph Wu menegaskan, biasanya negara otoriter menggunakan cara agresif di luar negaranya untuk mengalihkan krisis tekanan dalam negerinya, untuk itu Taiwan selalu berhati-hati dalam menghadapinya.
Menlu Joseph Wu menegaskan, RRT melakukan serangan ancaman ke berbagai tempat belakangan ini, tetapi tidak membuat kamp demokrasi mundur melainkan semakin mempererat hubungan Taiwan dan Eropa. Seperti Republik Ceko, Polandia, Slovakia dan lainnya yang juga sempat mendapat ancaman sehingga sangat mendalami Taiwan.