History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Penembakan Massal di Gereja AS, MOFA Sampaikan Belasungkawa dan Tawarkan Bantuan pada Korban

  • 16 May, 2022
  • 陳志勇
Penembakan Massal di Gereja AS, MOFA Sampaikan Belasungkawa dan Tawarkan Bantuan pada Korban
Gereja Presbiterian Jenewa di Laguna Woods. (Foto: AFP)

(Taiwan, ROC) - Kementerian Luar Negeri (MOFA) hari Senin menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya seorang pria Taiwan dan terlukanya lima orang lain yang juga warga Taiwan dalam insiden penembakan massal di sebuah gereja di California, Amerika Serikat, pada hari Minggu.

Juru bicara MOFA Joanne Ou (歐江安) mengatakan bahwa MOFA memperoleh informasi bersangkutan setelah menghubungi polisi setempat usai terjadinya penembakan mematikan pada hari Minggu di Gereja Presbiterian Jenewa di Laguna Woods, yang menampung Gereja Presbiterian Taiwan Irvine.

Ou mengatakan, “Kantor perwakilan di Los Angeles segera mengadopsi respons darurat, termasuk menghubungi saluran perantau seperti pusat pendidikan perantau setempat dan wakil Dewan Urusan Komunitas Luar Negeri (OCAC) untuk selanjutnya menyelami perkembangan situasi, dan rumah sakit lokasi dirawatnya korban cedera. Kantor perwakilan juga akan menghubungi keluarga korban untuk memberi bantuan yang dibutuhkan.” 《聲:220516-12》

Menurut polisi di California, insiden itu terjadi pada Minggu sore di sebuah resepsi makan siang untuk memberi hormat pada seorang mantan pendeta yang akan kembali ke Taiwan untuk memimpin sebuah kongregasi.

Pria bersenjata itu menyerang enam orang. Lima yang terluka mencakup empat pria berusia 66, 75, 82 dan 92, dan seorang wanita berusia 86; satunya lagi menderita luka fatal dan meninggal di tempat kejadian.

Peggy Huang, seorang anggota Dewan Kota Yorba Linda, mengatakan kepada Los Angeles Times bahwa pria yang terbunuh, seorang dokter berusia 40-an yang menemani ibunya, tidak sering menghadiri kebaktian gereja di Laguna Woods.

Sekitar 40 umat menyaksikan kekerasan itu dan sempat membantu mencegah pertumpahan darah lebih lanjut dengan mengalahkan penembak dan mengikatnya, demikian menurut manca laporan.

Pria bersenjata yang dilaporkan adalah seorang pria Asia berusia 60-an, telah ditahan polisi setelah ditaklukkan di lokasi oleh peserta lain, tapi motif penembakannya belum diketahui, kata polisi.

Komentar

Terbarumore