(Taiwan, ROC) -- Pertemuan Majelis Kesehatan Dunia (WHA) akan digelar pada 22 Mei mendatang. Sekretaris Jenderal Asosiasi Jurnalis Eropa (AEJ), Edward Steen dan Wakil Presiden AEJ, Tibor Macak, mengakui upaya Taiwan dalam memerangi pandemi, serta mengimbau semua negara untuk mendukung partisipasi Taiwan dalam WHA pada tahun ini sebagai pengamat.
Edward Steen dalam artikel di situs AEJ pada 11 Mei mengemukakan, negara-negara bebas tidak hanya menentang ancaman kekuatan senjata Republik Rakyat Tiongkok (RRT) terhadap Taiwan, tetapi juga harus mendukung pengakuan demokrasi damai. Taiwan telah memberikan banyak kontribusi untuk kesehatan global, serta memiliki pencapaian yang luar biasa dalam pencegahan pandemi, tetapi dengan sengaja dikeluarkan oleh WHO, dan semua ini benar-benar tidak masuk akal.
Wakil Presiden AEJ, dan juga Reporter Televisi Negara Slowakia, Tibor Macak mengimbau seluruh anggota untuk bersama-sama menandatangani sebuah surat kepada Sekretaris Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengundang Taiwan agar dapat turut berpartisipasi dalam WHA. Surat tersebut menunjukkan, WHO sebagai pemimpin dalam kesehatan masyarakat global, mengecualikan Taiwan untuk turut hadir dalam pertemuan karena adanya pertimbangan politik, sangatlah membahayakan kesehatan global, serta meminta WHO dapat mengundang Taiwan untuk turut berpartisipasi dalam pertemuan tahun ini sebagai pengamat.
Perwakilan Taiwan untuk Slowakia, Lee Nan-yang (李南陽) mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas dukungan dari Wakil Presiden AEJ, Tibor Macak dan juga Sekjen AEJ, Edward Steen, serta mengemukakan, pengamatan dan dukungan jurnalis yang tajam menunjukkan jika Taiwan dapat memberikan lebih banyak kontribusi untuk kesehatan masyarakat global, dan bermakna penting dalam menyerukan WHO untuk mengikutsertakan Taiwan.
AEJ didirikan pada tahun 1962, bertujuan untuk mempromosikan persatuan Eropa serta membela kebebasan pers, dan saat ini AEJ telah hadir di 20 negara Eropa.