(Taiwan, ROC) -- Kementerian Luar Negeri hari Rabu (11/5) menyampaikan, Konferensi Tingkat Tinggi COVID-19 Global kedua akan berlangsung pada tanggal 12 Mei 2022 waktu Amerika Timur secara online, KTT ini akan mengundang Presiden Joe Biden sebagai pembawa acara, sementara Taiwan atas undangan dari pihak Amerika Serikat mengutus mantan Wakil Presiden Chen Chien-jen untuk menyampaikan pidato nya melalu rekaman video. Chen Chien-jen dalam videonya mewakili pemerintah Taiwan mengumumkan, untuk memenuhi kewajiban internasional, Taiwan berjanji akan kembali menyumbangkan US$1,5 juta untuk membantu meningkatkan cakupan vaksinasi global. Taiwan juga akan terus memenuhi kebutuhan dengan menyediakan masker medis, alat tes PCR, alat oksigen dan peralatan pencegahan pandemi lainnya.
Kementerian Luar Negeri dalam pers rilis yang dikeluarkan hari ini (11/5) menyampaikan, sebagai upaya untuk bersama-sama memmerangi penyakit pneumonia global COVID-19, penanganan risiko higienis global di masa mendatang, dalam “KTT Pneumonia Global” yang diselenggarakan oleh Amerika Serikat bersama dengan negara di kawasan lautan Karibia – Belize, negara anggota G7 – Jerman, negara anggota G20 - Indonesia, dan negara anggota Union Afrika – Nigeria, KTT ini berlangsung pada tanggal 12 Mei 2022 pukul 9 pagi waktu Amerika Timur secara online. Kementerian Luar Negeri menegaskan, Taiwan kembali diundang dalam KTT tersebut, hal ini memperlihatkan keberhasilan Taiwan dalam pencegahan pandemi dan juga keyakinan atas kontribusi Taiwan bagi masyarakat internasional.
Chen Chien-jen dalam video rekamannya mengemukakan, melalui upaya pemerintah dan sipil telah memberikan bantuan medis kepada 80 lebih negara-negara di dunia dengan nilai melampaui US$70 juta sejak April 2020, termasuk bantuan vaksin Medigen sejumlah 150 ribu dosis ke Somali Land. Chen Chien-jen menegaskan, COVID-19 yang menyerang kesehatan global dan mengancam nyawa manusia ini juga mungkin menimbulkan risiko bagi demokrasi, kedaulatan dan pemerintah. “Metode Taiwan” telah membuktikan kepada dunia, negara demokrasi modern dengan cara transparan dan terbuka bagi publik disertai dengan pengunaan teknologi dalam upaya memerangi pandemi. Taiwan akan terus berkerja sama dan berbagi pengalaman dengan mitra demokrasi dan masyarakat internasional.
Kementerian Luar Negeri menyampaikan, akan segera berlangsung Sidang Majelis WHO ke-75, Taiwan kali ini juga agresif memberikan bantuan kemanusiaan dan higienis internasional, memberikan bantuan nyata “Taiwan can help, and Taiwan is helping”, diyakinin semakin banyak masyarakat sosial yang menjunjung akan hal ini.