(Taiwan, ROC) -- Dalam situs resmi Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat baru-baru ini memperbaharui situasi hubungan Taiwan dan Amerika Serikat dengan menghapus tulisan-tulisan “Taiwan adalah bagian dari Daratan Tiongkok”, “Amerika Serikat tidak mendukung Taiwan merdeka” dan lainnya, selain itu menambahkan isi dengan kebijakan satu Tiongkok dengan landasan UU Hubungan Taiwan, Tiga Komunike Amerika Serikat – Tiongkok, dan 6 Jaminan serta lainnya.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Joanne Ou hari ini (10/5) pagi merespons, pihak kemenlu AS dan Institut Amerika untuk Taiwan (AIT) sudah memberikan penjelasan keluar, menekankan kebijakan terkait lainnya tidak berubah, sedangkan pihak Taiwan akan menjunjungnya. Sejak Joe Biden menjabat sebagai presiden, beliau mempertahankan UU Hubungan Taiwan dan 6 Jaminan bahkan komitmennya sekokoh batu karang, pihak Amerika Serikat juga tidak pernah berhenti bersama dengan mitra dan negara sekutu di kawasan Indo Pasifik untuk memberikan suara terbuka pada publik akan pentingnya kestabilan dan perdamaian Selat Taiwan.
Selain itu, Juru Bicara American Institute in Taiwan (AIT) Ed Dunn menyampaikan, kebijakan Satu Tiongkok dari Amerika Serikat selama 40 tahun lebih ini selalu berlandaskan pada UU Hubungan Taiwan, Tiga Komunike Amerika Serikat – Tiongkok dan 6 Jamninan. Komitmen Amerika Serikat kepada Taiwan sekokoh batu karang, dan nantinya akan berkontribusi untuk menjaga kestabilan dan perdamaian selat Taiwan. Ed Dunn menyampaikan pihak Amerika Serikat akan terus mendukung penyelesaian masalah perdamaian antar selat, ini sesuai dengan harapan dan juga memberikan keuntungan paling besar bagi masyarakat Taiwan. Amerika Serikat akan terus memperdalam hubungan non pemerintahan kedua belah pihak, Taiwan adalah negara dengan demokrasi modern dan juga mitra penting keamanan dan ekonomi bagi Amerika Serikat.