(Taiwan, ROC) --- Koordinator Gedung Putih untuk Urusan Indo-Pasifik, Kurt Campbell menyampaikan bahwa negara-negara yang berada di kawasan Indo Pasifik menaruh perhatian yang mendalam terhadap invasi yang masih dilakukan Rusia terhadap Ukraina hingga hari ini. Sebuah pesan yang diterima melalui dialog antar AS dengan Uni Eropa menyampaikan, bahwa perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan memiliki kepentingan yang krusial, sehingga mempertahankan status quo di kawasan bersangkutan masih menjadi prioritas utama.
Pada tanggal 9 Mei 2022, Kurt Campbell menghadiri Simposium Dialog Transatlantik Indo Pasifik yang diselenggarakan oleh wadah pemikir di Washington, yaitu Center for Strategic and International Studies (CSIS) dengan Center for Security Diplomacy and Strategy dari Université Libre de Bruxelles. Kurt Campbell menyampaikan, saat ini AS melakukan dialog yang belum pernah digelar sebelumnya dengan setiap negara dan anggota Uni Eropa untuk membahas situasi terkini di wilayah Indo Pasifik. Dalam berbagai pertukaran membahas perihal Indo Pasifik, Kurt Campbell menghabiskan sebagian waktunya dengan mitra UE ketimbang dengan negara Indo Pasifik itu sendiri.
Kurt Campbell menuturkan, awalnya ia mengira situasi yang tengah terjadi di Ukraina hanya menjadi perhatian bangsa Eropa saja. Namun, siapa yang mengira jika negara-negara Indo Pasifik juga menaruh perhatian besar pada kondisi yang berkembang di Uni Eropa dan Ukraina. Kurt Campbell menganalisis, salah satu alasannya adalah pernyataan bersama yang dikeluarkan oleh RRT dan Rusia pada malam pembukaan Olimpiade Musim Dingin bulan Februari lalu, yang mana hal tersebut mengejutkan banyak negara di Benua Asia. Apalagi invasi Rusia ke Ukraina juga dianggap sebagai tanda peringatan, sehingga membuat negara-negara Indo Pasifik untuk lebih memikirkan strategi di kawasan mereka. Ia juga menyebutkan, dialog antara AS dengan UE memiliki pesan yang halus, yakni menjaga perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan dianggap menjadi prioritas untuk melindungi kepentingan bersama.
Pada masa lalu, sebagian besar diskusi lebih difokuskan kepada pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi saat ini, wacana untuk menjaga status quo di Selat Taiwan mencuat menjadi prioritas yang tidak dapat dihindari. Semenjak Rusia menginvasi Ukraina pada tanggal 24 Februari 2022 lalu, perhatian dunia tertuju pada wilayah Ukraina dan Benua Eropa. Di berbagai kesempatan, para pejabat AS terus menekankan bahwa kawasan Indo Pasifik akan menjadi fokus dari diplomasi setempat.
Pada tanggal 12 Mei 2022 mendatang, Presiden Joe Biden akan mengadakan konferensi dengan para pemimpin ASEAN selama dua hari, diperkirakan pertemuan tersebut akan membahas tema perihal kebangkitan RRT. Setelah itu, Presiden Joe Biden akan berkunjung ke Jepang dan Korea Selatan pada tanggal 20 hingga 24 Mei 2022. Pertemuan puncak “Quad Security Dialogue” yang digelar di Tokyo akan dihadiri oleh pemimpin dari Australia, India dan Jepang, guna membahas tantangan yang ditimbulkan dari kebangkitan RRT. Perjalanan ini juga menjadi kunjungan pertama Joe Biden ke Asia setelah Beliau menjabat posisi Presiden AS.
Kurt Campbell mengatakan, Joe Biden akan mengirim pesan penting, yakni pentingnya menjawab tantangan di kawasan Indo Pasifik pada era abad 21, terlepas dari situasi internasional yang berkembang saat ini, misal kondisi genting di Ukraina atau perlunya untuk mengembangkan kerja sama transatlantik.