(Taiwan, ROC) Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida menyampaikan, tidak hanya perdamaian laut Taiwan yang berdampak bagi Jepang, sama halnya juga menjadi hal penting untuk internasional. Kemenlu pada hari Jumat ini (6/5) mengatakan, terkait dengan pernyataan ini kembali menunjukkan perdamaian dan stabilitas laut Taiwan mendapat perhatian dari internasional sebagai hal penting yang wajib dijaga. Mengenai pernyataan tersebut pihak Kemenlu juga sangat mengapresiasi, di tengah gejolak internasional, Taiwan akan melanjutkan kerja sama dengan Jepang serta negara sahabat yang memiliki pandangan serupa.
Juru Bicara Kemenlu Joanne Ou mengatakan, PM Fumio Kishida kemarin (5/5) dalam konferensi pers di Inggris menyampaikan bahwa stabilitas dan perdamaian selat Taiwan tidak hanya penting bagi Jepang, tetapi juga menyangkut stabilitas komunitas internasional, Jepang konsisten dengan posisinya, selalu mengharapkan dialog damai untuk menyelesaikan persengketaan, selanjutnya akan tetap memantau dengan cermat, pernyataan yang disampaikan oleh Fumio Kishida kembali menunjukkan bahwa perdamaian dan stabilitas laut Taiwan mendapat perhatian besar dari dunia internasional, terkait dengan pernyataan tersebut pihak kami menyambut baik dan sangat mengapresiasi.”
Jubir Kemenlu Joanne Ou menjelaskan, selain itu PM Fumio Kishida juga menyampaikan dampak perang Rusia Ukraina terhadap kawasan Asia Pasifik, menonjolkan negara-negara yang saling berbagi nilai universal semestinya mempererat kerja sama, menentang serangan militer sepihak yang ingin mengubah status quo, menjadikan Asia Timur semakin kuat, mampu menghindari kejadian ini. Kemenlu yakin, usulan dan imbauan yang disampaikan Fumio Kishida mencerminkan suara masyarakat dari negara demokrasi, juga berhasil memperoleh dukungan dan pengakuan dari komunitas internasional.
Joanne Ou menekankan, letak geografis Taiwan dan Jepang sangat berdekatan, kedua belah pihak membina persahabatan yang akrab, di tengah otoritarianisme semakin meluas, mengancam tatanan demokrasi global, menyebabkan situasi internasional bergejolak, maka Taiwan akan berlanjut bergandengan tangan bekerja sama dengan negara sepaham termasuk Jepang, sepakat membela keadilan internasional dan nilai-nilai universal akan kebebasan demokrasi.