(Taiwan, ROC) – Kementerian Luar Negeri (MOFA) pada 29 April mengumumkan, jika pihaknya akan menyumbang sebesar US$ 500.000 (sekitar NT$ 14 juta) kepada “Wartawan Tanpa Batas” (Reporters Without Borders / RWB) yang berbasis di Paris, Prancis, mendukung organisasi tersebut untuk mendirikan “Pusat Kebebasan Pers” dengan tindakan nyata, guna menunjukkan tekad pemerintah untuk secara aktif bekerja sama dengan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dalam mempertahankan nilai-nilai demokrasi dan kebebasan pers, serta bekerja sama dengan pihak terkait untuk memerangi penyebaran berita dan informasi palsu, dan secara khusus membantu untuk melindungi keamanan diri jurnalis.
MOFA membeberkan, sejak pecahnya perang Rusia dan Ukraina, pemerintah dan masyarakat Taiwan telah secara aktif turut serta dalam membantu rakyat Ukraina dengan tindakan yang nyata, termasuk mengumpulkan dana dan menyumbangkan materi kemanusiaan. Sumbangan MOFA kepada RWB dengan menggunakan dana dari pemerintah ini sekali lagi menunjukkan kepedulian Taiwan terhadap perang yang terjadi di Ukraina, sekaligus melambangkan Taiwan sebagai anggota dari komunitas demokrasi global, secara aktif mengkonsolidasikan nilai-nilai demokrasi dan kebebasan pers, serta terus berusaha untuk mempromosikan perdamaian dan stabilitas internasional.
MOFA menyatakan, setelah Rusia menginvasi Ukraina, keselamatan para jurnalis di Ukraina telah berulang kali terancam, dan situasi kebebasan pers telah memburuk secara signifikan. Menurut data statistik dari RWB, hingga saat ini telah ada 7 orang jurnalis meninggal dunia, dan 11 orang terluka. Pusat Kebebasan Pers tidak hanya menyediakan peralatan pelindung dan pelatihan yang dibutuhkan oleh para jurnalis Ukraina dan internasional, tetapi juga akan memberikan bantuan dan layanan di berbagai tingkatan seperti transportasi, hukum, informasi dan psikologi. Secara bersamaan juga akan mendirikan saluran berbagi informasi digital untuk para jurnalis, yang dapat memfasilitasi pelaporan kebenaran dan pengecekan fakta.