(Taiwan, ROC) -- Angkatan Laut AS Armada ke-7 menyampaikan, kapal perusak USS Sampson kemarin (26/4) melintasi selat Taiwan, tindakan ini memenuhi UU Pelayaran dan Konvensi Internasional. Angkatan Laut AS Armada ke-7 mengemukakan kapal perusak USS Sampson melintasi selat Taiwan, sebagai tindakan AS memenuhi janji terhadap keterbukaan kawasan Indo Pasifik. Kapal perusak USS Sampson merupakan kapal militer kelas Nimitz bagian dari kapal induk USS Abraham Lincoln (CVN-72).
Kapal induk USS Abraham Lincoln (CVN-72) pada tanggal 18 April pernah menjalani latihan militer bersama tim Angkatan Laut Bela Diri Jepang di perairan Filipina dan Laut Timur. Angkatan Laut AS menyebut, menggelar latihan militer ini guna menjaga stabilitas kawasan Indo Pasifik. Sebelumnya kapal induk USS Abraham Lincoln (CVN-72) bersama tim Angkatan Laut Bela Diri Jepang menjalani pelatihan di Laut Jepang pada tanggal 13-14 April, pelatihan ini dinilai sebagai pembinaan kerja sama kedua belah pihak AS-Jepang, bertujuan menghadapi Korea Utara. Pelatihan militer perdana selang 5 tahun yang melibatkan kapal militer AS memasuki kawasan perairan Korea Selatan dan Jepang. Agenda perjalanan kapal induk USS Abraham Lincoln (CVN-72) berlayar dari Pelabuhan San Diego, AS bergerak menuju ke kawasan perairan Indo Pasifik, perdana mengangkut pesawat tempur multiperan Lockheed Martin F-35 Lightning II. Media The EurAsian Times pada waktu tersebut melaporkan, kerja sama kapal induk USS Abraham Lincoln dan mitra bertujuan untuk meningkatkan kebebasan navigasi, supremasi hukum, dan nilai-nilai lain yang mendasari keamanan di Indo-Pasifik.
Kapal militer Amerika yang bergabung dalam Carrier strike group (CSG) ini mencakup kapal penjelajah berpeluru kendali USS Mobile Bay, Carrier Air Wing Nine, kapal perusak berpeluru kendali USS Fitzgerald, kapal perusak USS Gridley, USS Sampson dan USS Spruance.