(Taiwan, ROC) - Yuan Eksekutif telah menyetujui pemberlakuan protokol kesehatan baru perihal durasi karantina bagi warga yang kontak dengan terdiagnosis, yakni memperpendek waktu karantina menjadi “3+4” hari untuk mengurangi tekanan terhadap kapasitas medis yang melonjak seiring lonjakan kasus positif yang terjadi di Taiwan.
Menurut prokes baru yang diadopsi, warga yang diidentifikasi sebagai kontak pasien COVID-19 harus menjalani isolasi di rumah selama tiga hari, kemudian pada empat hari setelah itu diizinkan keluar rumah andaikata hasil tes antigen rapid setiap hari adalah negatif, namun diharuskan selalu mengenakan masker, tidak boleh makan di restoran atau mengikuti kegiatan berskala besar.
Saat mengumumkan hal tersebut pada hari Senin, Perdana Menteri Su Tseng-chang mengatakan, “Pusat Komando Epidemi Sentral (CECC) mengajukan proposal tersebut dalam rapat pandemi yang saya pimpin kemarin, dan saya telah menyetujuinya. Tujuannya adalah untuk mengurangi beban eksekutif pemerintah daerah dan petugas pandemi. CECC hari ini akan merundingkannya dengan semua pemda dan kemudian mengumumkan rincian pelaksanaannya.”
Menurut Su, lonjakan pandemi belakangan ini sangat cepat, tapi 99,5% pasien hanya bergejala ringan atau tak bergejala, maka ada perlunya bagi pemerintah untuk sedapat mungkin memperpendek durasi karantina.
Sementara itu, perihal prokes karantina bagi pelaku perjalanan dari luar negeri, Wakil Menteri Dalam Negeri Chen Tsung-yen (陳宗彥) mengemukakan di Yuan Legislatif, untuk sementara masih dipertahankan pada 10 hari.