(Taiwan, ROC) – Pada Hari Bumi yang jatuh pada hari ini (22/4), Presiden Tsai Ing-wen (蔡英文) dikabarkan turut menghadiri “Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Aksi Desain Berkelanjutan – Solusi Planet Bumi RA100”, ini merupakan acara publik pertama Presiden Tsai di luar istana setelah dirinya menyelesaikan proses 10 hari isolasi rumah, dan 7 hari manajemen kesehatan diri.
Presiden Tsai dalam pertemuan tersebut mengemukakan, Dewan Pembangunan Nasional (NDC) telah secara resmi mengumumkan gambaran umum dari jalur dan strategi emisi nol bersih Taiwan tahun 2050, yang akan mempromosikan transformasi energi, industri, kehidupan, dan masyarakat berdasarkan penelitian dan pengembangan teknologi serta undang-undang iklim, guna mempercepat proses pengembangan emisi nol bersih Taiwan. Di antaranya, kemajuan teknologi akan menjadi kekuatan pendorong utama untuk transformasi net-zero global, dan keunggulan teknologi Taiwan kompetitif secara global, sehingga Taiwan harus berinvestasi dalam penelitian dan pengembangan teknologi baru untuk energi berkelanjutan, guna dapat sepenuhnya menerapkan teknologi net-zero.
Dari sisi hukum, Presiden Tsai mencontohkan jika Badan Perlindungan Lingkungan (EPA) telah mendorong revisi Undang-Undang Pengurangan dan Pengelolaan Gas Rumah Kaca, serta juga akan mendorong revisi Tiga Undang-Undang Energi di masa depan.
Presiden Tsai mengatakan, ”EPA telah mendorong amandemen UU Pengurangan dan Pengelolaan Gas Rumah Kaca, selain mengubah nama UU Respons Perubahan Iklim, kami juga telah memasukkan target nol emisi bersih tahun 2050, serta akan memulai penetapan harga karbon dan menyelesaikan mekanisme inventarisasi karbon kami. Kemarin, pertemuan Yuan Eksekutif telah mengesahkan rancangan amandemen dan mengirimkannya ke Yuan Legislatif untuk dibahas. Di masa depan, kami akan mempromosikan revisi tiga UU energi dan menggunakan kekuatan keuangan hijau guna mempercepat transformasi industri keuangan kami.”
Presiden Tsai menambahkan, transformasi energi adalah prioritas paling utama di antara keempat transformasi utama jalur emisi nol bersih Taiwan tahun 2050. Pemerintah secara aktif mengembangkan industri energi hijau, terus meningkatkan pembangkit listrik energi terbarukan, dan berupaya membangun Taiwan menjadi pusat pengembangan energi hijau Asia, dengan meletakkan fondasi yang penting bagi transisi energi. Selanjutnya, pemerintah akan berinvestasi dalam penelitian dan pengembangan teknologi baru seperti energi hidrogen, energi panas bumi, dan energi hijau lainnya, serta mencocokkannya dengan pertumbuhan energi hijau, terus memperkuat pengembangan jaringan pintar dan peralatan penyimpanan energi, serta menggunakan teknologi untuk mendorong dan mempercepat laju transformasi energi.
Untuk bagian transformasi industri, Presiden Tsai menyatakan akan terus mengintegrasikan saran dari berbagai kementerian, mengajukan strategi pengurangan karbon yang sistematis, serta bekerja sama dengan publik dan swasta untuk menyelesaikan penyesuaian struktural seperti perbaikan proses manufaktur dan elektrifikasi transportasi, guna memasuki rantai pasokan hijau global. Secara bersamaan akan meluncurkan dialog nasional, mengumpulkan konsensus dari semua lapisan masyarakat, untuk menerapkan konsep rendah karbon di semua tingkatan, dan bekerja sama dengan publik untuk membangun sistem dukungan sosial, membantu kelompok yang lebih rentan di berbagai bidang, mengubah tantangan transisi menjadi peluang, dan menjamin pastisipasi masyarakat dan transisi yang adil.
Presiden menegaskan, target Taiwan untuk mencapai emisi nol bersih pada tahun 2050 adalah ujian yang sulit. Pemerintah telah merencanakan untuk menggelontorkan dana sebesar NT$ 900 miliar untuk mempromosikan dan terus meningkatkan rencana transformasi pada tahun 2030. “Berkelanjutan, Tidak Bisa Berjuang Sendiri”, Pemerintah akan melakukan dialog sosial tahap berikutnya dan melakukan tinjauan revisi secara bergulir, dengan harapan dapat menyatukan energi dan sumber daya seluruh negeri, sehingga transformasi net-zero 2050 akan menjadi kekuatan pendorong baru untuk tahap pembangunan Taiwan berikutnya.