History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Ukraina Prediksi 3.000 Tentara Tewas dalam Perang dengan Rusia

  • 16 April, 2022
  • 譚雲福
Ukraina Prediksi 3.000 Tentara Tewas dalam Perang dengan Rusia
Ukraina Prediksi 3.000 Tentara Tewas dalam Perang dengan Rusia

(Taiwan, ROC) – Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy pada hari Jumat tanggal 15 April waktu setempat mengatakan, sekitar 2.500 hingga 3.000 tentara telah tewas dan sekitar 10.000 terluka dalam perang dengan Rusia yang telah berlangsung selama tujuh pekan terakhir. Hal tersebut diberitahukan kepada media CNN, dan angka tersebut masih belum termasuk korban warga sipil yang ada.

Sementara itu, ada sekitar 19.000 hingga 20.000 tentara Rusia tewas dalam pertempuran itu, kata Zelensky. Moskow mengatakan bulan lalu bahwa 1.351 tentara Rusia tewas dan 3.825 tentara terluka.

Sementara dari media Reuters menjelaskan jika pihaknya juga tidak dapat memverifikasi secara independen angka-angka untuk kedua belah pihak.

Pertempuran telah berkecamuk di kota pelabuhan Ukraina selatan Mariupol, yang menurut Ukraina berusaha menerobos pengepungan Rusia di kota itu. Mariupol, yang berpenduduk 400.000 jiwa sebelum invasi Rusia, kini menjadi puing-puing. Ribuan warga sipil tewas dan puluhan ribu masih terjebak di dalamnya.

Juru Bicara Kementrian Pertahanan dan Keamanan Ukraina Oleksandr Motuzyanyk dalam salah satu jumpa pers menjelaskan, "Situasi di Mariupol dalam kondisi sulit. Pertempuran sedang berlangsung sekarang. Tentara Rusia terus mengirim pasukan tambahan untuk menyerang kota". Namun pasukan Rusia masih belum sepenuhnya merebut kota tersebut.

Setelah kapal induk Armada Laut Hitam Moskow, Moskva, tenggelam pada tanggal 14 April, Rusia mengatakan telah melakukan serangan udara di sebuah pabrik di pinggiran ibukota Ukraina, Kyiv, yang memproduksi dan memperbaiki rudal anti-kapal.

Ukraina mengatakan salah satu rudal menyebabkan tenggelamnya Moskva, simbol kuat perlawanan Ukraina terhadap musuh bersenjata lengkap. Moskow mencatat bahwa kapal tenggelam saat ditarik di laut yang ganas setelah kebakaran dimulai oleh ledakan amunisi, dan lebih dari 500 anggota awak dievakuasi.

Seorang pejabat senior Amerika Serikat mengatakan bahwa Amerika yakin Moskow terkena dua rudal Ukraina dan menyebabkan korban, meskipun jumlah korban masih belum diketahui.

Komentar

Terbarumore