(Taiwan, ROC) – Festival lentera merupakan salah satu festival tradisional Taiwan yang paling representative untuk memanjatkan doa hadir di jalanan kota Seoul pada tanggal 14 April kemarin, banyak warga Korea Selatan yang datang guna dapat mencoba menuliskan harapan mereka di lentera langit kecil, termasuk berdoa agar kecamuk pandemi segera berlalu, pintu perbatasan dapat dibuka, dan dapat mengunjungi Taiwan sesegera mungkin.
Biro Pariwisata Kementerian Perhubungan dan Asosiasi Pariwisata Taiwan bersama-sama menggelar kegiatan mencicipi kuliner Taiwan serta menuliskan doa harapan di lentera langit di Yeonnam-dong pada tanggal 13-14 April kemarin. Dalam kegiatan tersebut tidak hanya tersedia bubble tea dan nastar Taiwan saja, namun pihaknya juga telah menyiapkan bir mangga dan biskuit nougat rasa susu yang sangat populer di kalangan turis Korea Selatan, selain itu juga masih ada pangsit minyak cabai yang merupakan cita rasa lokal Taiwan.
Kegiatan mencicipi kuliner dan lentera langit khas Taiwan ini mendapatkan banyak pujian dari para pengunjung. Seorang mahasiswa bermarga Ding yang tahun ini baru datang ke Korea Selatan untuk melanjutkan jenjang pendidikannya mengemukakan, isi dari kegiatan ini sangat bervariasi, tidak hanya ada pameran foto-foto pemandangan Taiwan, namun juga tersedia begitu banyak kuliner khas Taiwan, khususnya bir rasa mangga yang diproduksi oleh Taiwan Beer, sangatlah populer di kalangan teman-teman Korea Selatan.
Balkon yang bertempatkan di lantai atas tempat kegiatan tersebut berlangsung dihiasi dengan lentera-lentera kecil yang berwarna-warni, para pengunjung pun dapat menuliskan doa harapan mereka untuk masa depan. Selain berdoa agar diri sendiri dan juga keluarga selalu dikaruniai kesehatan, dan menghasilkan banyak uang, para pengunjung yang hadir juga berdoa agar wabah pandemi cepat berlalu, dan pintu perbatasan Taiwan dapat kembali dibuka.
Wakil Perwakilan Kantor Perwakilan ROC di Korea Selatan, Qi Yong-qiang (齊永強) yang hadir dalam acara tersebut, berbagi pengalamannya ketika pertama kali terbang dan di tiba di Korea Selatan. Saat itu, seorang petugas karantina Korea Selatan mengetahui jika dirinya adalah orang Taiwan dan dengan senang hati berbagi pengalaman masa lalunya saat mengunjungi Taiwan, petugas tersebut mengatakan jika dirinya sangat suka akan kuliner dan juga pemandangan Taiwan yang indah, dan berharap agar pintu perbatasan dapat segera dibuka, dan dirinya pun dapat berkunjung ke Taiwan lagi.
Qi Yong-qiang (齊永強) mengatakan, “Saya rasa ini juga telah mencerminkan banyaknya suara hati warga Korea Selatan. Pemerintah juga akan berusaha membuka pintu perbatasan sesegera mungkin sesuai dengan perkembangan pandemi”
Presiden Asosiasi Pariwisata Seoul, Liang Wu-cheng (梁武承) kepada wartawan media CNA menyampaikan, “Warga Korea Selatan sangat ingin sekali berkunjung ke Taiwan. Asalkan pintu perbatasan dibuka, maka tidak perlu takut tidak ada wisatawan.” Dirinya menambahkan, lentera langit merupakan salah satu kegiatan yang pasti akan dilakukan oleh wisawatan dari Korea Selatan ketika datang berkunjung ke Taiwan. Dengan digelarnya kegiatan lentera langit di Seoul ini akan sangat membantu promosi pariwisata Taiwan.
Jumlah kunjungan timbal balik antara Taiwan dan Korea Selatan mencapai rekor lebih dari 2,45 juta pada tahun 2019, namun pariwisata internasional dihentikan karena merebaknya wabah pandemi COVID-19.
Kantor Biro Pariwisata Seoul membeberkan, Biro Pariwisata dan Asosiasi Pariwisata Taiwan saat ini tengah bekerja sama dengan industri untuk mengembangkan berbagai tema luar ruangan, termasuk sepeda, golf, pendakian gunung, dan tema atraksi wisata serta produk pariwisata lainnya, menuju era pariwisata multitema “Pariwisata PLUS” pasca pandemi. Dengan dilonggarkannya kebijakan mengenai social distancing (jarak sosial) secara bertahap di Korea Selatan, Biro Pariwisata juga berencana untuk terus mengadakan rangkaian kegiatan promosi secara fisik dan online, agar masyarakat Korea Selatan ke depannya dapat berkunjung dan menikmati pariwisata Taiwan yang beragam lebih mendalam.