(Taiwan, ROC) - Pemerintah Taiwan telah menetapkan arah kebijakan terbaru dalam pencegahan pandemi COVID-19, yakni mengusahakan nol pasien bergejala akut dan memperketat pengendalian pasien bergejala ringan, demikian keputusan yang dicapai dalam rapat pencegahan pandemi Yuan Eksekutif yang dipimpin langsung oleh Perdana Menteri Su Tseng-chang pada hari Senin.
Su menerangkan, premis bagi dicapainya nol pasien bergejala akut adalah meningkatkan vaksinasi pada kaum lansia dan kelompok berpenyakit akut yang berisiko tinggi, yang diakui oleh Su masih membutuhkan upaya dari semua pihak terkait.
Pada saat yang sama, selaku lembaga penetap kebijakan tertinggi terkait kebijakan pandemi, Pusat Komando Epidemi Sentral (CECC) mengumumkan sedang merancang prokes baru untuk mengharuskan vaksinasi tiga dosis bagi warga yang berkesempatan kontak dengan pihak berisiko atau tidak mampu secara berkelanjutan menjaga jarak sosial.
CECC menganalisis, kondisi pandemi global mencatat penurunan sebanyak 23% pada pekan lalu, tapi ini mungkin disebabkan revisi kebijakan pandemi di banyak negara, maka risiko sebenarnya belum sepenuhnya dihapuskan, dan Taiwan akan terus memperketat pengendalian, khususnya terhadap perbatasan negara.