History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

PBB: 99% Negara Berpenghasilan Rendah Menghirup Udara yang Terkontaminasi

  • 05 April, 2022
  • 尤繼富
PBB: 99% Negara Berpenghasilan Rendah Menghirup Udara yang Terkontaminasi
PBB: 99% Negara Berpenghasilan Rendah Menghirup Udara yang Terkontaminasi

(Taiwan, ROC) -- Berdasarkan data statistik terbaru Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB), kualitas udara yang dihirup sekitar 99% manusia di dunia melebihi standar kualitas udara PBB, terutama untuk negara-negara dengan tingkat pendapatan penduduknya menengah atau rendah yang paling sering menghirup udara yang terkontaminasi sehingga akan mengganggu kesehatan tubuh mereka.

Laporan data statistik PBB dengan cakupan tahun 2010 – 2019 terhadap kualitas udara dari 6 ribu kota di 117 negara, menunjukkan bahwa kandungan Particulate Matter (PM) dan Nitrogen Dioxide ditemukan dari pembuangan pembakaran batu bara dan telah dipastikan menjadi salah satu penyebab timbulnya penyakit gangguan pernapasan dan jantung apabila terhirup manusia. Dari data juga memperlihatkan partikel ini telah merengut nyawa setidaknya ada 7 juta jiwa setiap tahunnya. 

Berdasarkan PBB, pada udara Benua Afrika dan kawasan Pasifik Timur terdeteksi kandungan partikel kecil yang membahayakan kesehatan yang disebut airborne particle 8 kali lipat lebih banyak dari standar kualitas udara (Air Quality Guidelinse), sedangkan kualitas udara di Benua Eropa jauh lebih rendah dari standar yang ada.

Dari pemantauan kualitas udara yang dilakukan PBB terhadap 117 negara memperlihatkan, kurang dari 1% kota-kota di negara berpenghasilan rendah yang kualitas udaranya memenuhi standar polusi udara. Namun kebalikannya, hanya 17% kota-kota di negara-negara berpenghasilan tinggi yang tidak memenuhi syarat Air Quality Guidelinse. Tingkat kandungan nitrogen dioksida di negara berpenghasilan rendah lebih tinggi 1,5 kali lipat dibandingkan dengan negara berpenghasilan tinggi.

Sekretaris Jenderal PBB, Tedros Adhanom Ghebreyesus menyampaikan, Untuk mengatasi polusi udara, perubahan iklim dan lainnya yang memberikan tantangan besar bagi kesehatan manusia ini merupakan tindakan penting yang harus cepat dilakukan, selain itu juga memperlihatkan bahwa dunia harus semakin mengurangi ketergantungan dari penggunaan bahan bakar batu bara.

Demi merespons terus meningkatnya polusi kualitas udara, PBB pada tahun lalu telah memperketat dan meningkatkan standar udara, merevisi batasan rata-rata kandungan airborne particle dan nitrogen dioksida dalam udara. 

Pada data statistik terbaru PBB ini juga memberikan saran tindakan pelaksanaan bagi pemerintah negara  untuk perbaikan kualitas udara seperti secara ketat meningkatkan standar penggunaan kendaraan bermotor, memperbaiki transportasi umum dan mengurangi pembakaran limbah pertanian serta lainnya.

Komentar

Terbarumore