(Taiwan, ROC) – Presiden Amerika Serikat Joe Biden pada hari Jumat tanggal 1 April waktu setempat mengumumkan sanksi baru terhadap Rusia dan Belarusia akibat invasi yang dilakukan oleh Rusia terhadap Ukraina, dengan menambah jumlah 120 jenis produk ekspor impor, dimana mayoritas berupa produk yang berhubungan dengan kemiliteran, yang artinya adalah melarang masuknya sistem teknologi militer Amerika ke Rusia dan Belarusia.
Merujuk kepada pemberitaan dari media Reuters, Presiden Rusia Vladimir Putin sejak melakukan serangan invasi militer khusus terhadap Ukraina pada tanggal 24 Februari lalu, pihak Amerika Serikat demi melemahkan kekuatan tempur yang dimiliki oleh pihak Rusia, maka telah melakukan serangkaian aksi dan tindakan sanksi terhadap Rusia.
Pihak Kementrian Perdagangan Amerika menyampaikan bahwa per tanggal 1 April secara resmi telah memasukkan 120 produk ke dalam daftar kategori produk yang harus dikontrol, guna melemahkan kemampuan perang yang dimiliki oleh pihak Rusia dan Belarusia, di antaranya meliputi pertahanan keamanan nasional, kekuatan tempur udara, dan juga Angkatan laut. Hal ini dikarenakan sikap arogan sepihak yang dimiliki oleh Rusia saat melakukan invasi terhadap kedaulatan yang dimiliki oleh Ukraina.
Gedung Putih memaparkan jika pengontrolan produk yang dilakukan, guna dapat menghindari masuknya sistem teknologi tempur skala tinggi yang dimiliki oleh pihak Amerika ke dalam gengaman Rusia dan Belarusia.
Menteri Perdagangan Amerika, Gina Raimondo mengatakan, “Beragam entitas ini pada dasarnya adalah untuk tidak dapat memperoleh produk impor yang akan memungkinkan perang yang tengah dilakukan oleh Vladimir Putin berkelanjutan.” Amerika Serikat menerapkan perluasan pengontrolan di bawah Peraturan Produk Asing Langsung, dengan mengamanatkan penggunaan produk Amerika di luar negeri untuk memproduksi barang-barang berkualitas baik dan tinggi, termasuk juga produk dengan sistem teknologi yang lebih rendah, maka semua pihak yang hendak melakukan proses manufaktur terkait, harus mengajukan permohonan lisensi dari pihak Amerika, sebelum mereka dapat mengirimkan produk terkait ke Rusia.
Dengan adanya pengontrolan ini, maka boleh dikatakan pihak Kementrian Perdagangan melarang semua bentuk permohonan yang diajukan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Kementrian Perdagangan Amerika telah memasukkan 260 jenis produk ke dalam daftar pengontrolan, diharapkan dapat menekan serangan invasi Rusia ke Ukraina yang masih terus berlangsung hingga saat ini.