History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

UNESCO: 53 Peninggalan Cagar Budaya di Ukraina Hancur Akibat Serangan Rusia

  • 02 April, 2022
  • 譚雲福
UNESCO: 53 Peninggalan Cagar Budaya di Ukraina Hancur Akibat Serangan Rusia
UNESCO: 53 Peninggalan Cagar Budaya di Ukraina Hancur Akibat Serangan Rusia

(Taiwan, ROC) - Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa atau UNESCO pada hari Jumat tanggal 1 April waktu setempat menyampaikan jika pihaknya telah mengonfirmasikan bahwa tercatat ada sebanyak 53 lokasi peninggalan kebudayaan yang ada di Ukraina, meliputi bangunan tua gereja, museum yang dihancurkan oleh pihak militer Rusia saat melakukan invasi ke Ukraina.

        Juru Bicara UNESCO saat memberikan data informasi kepada media AFP menjelaskan bahwa pihaknya telah memiliki data terbaru terkait penghancuran bangunan peninggalan kuno yang ada di Ukraina, hal ini juga merujuk kepada pendataan langsung oleh para pakar ahli yang dimiliki oleh UNESCO. Pihaknya telah memastikan, hingga berita ini diturunkan ada 53 lokasi peninggalan kuno yang dilestarikan sebelumnya telah dihancurkan oleh pihak Rusia, khususnya yang berada di bagian utara dan barat Ukraina.

        Juru Bicara UNESCO menjelaskan pihaknya menggunakan bantuan satelit untuk memastikan kondisi keberadaan peninggalan kuno yang dimaksudkan, guna mengonfirmasikan laporan yang diberikan oleh pihak Ukraina sendiri.

        UNESCO menyebutkan jika penghancuran bangunan peninggalan kuno yang ada, juga meliputi kawasan Kharkiv yang ada di bagian barat Ukraina, dimana telah menerima sekitar sepuluhan rudal pembom yang ditembakkan oleh Rusia, mulai dari bangunan gereja kuno hingga bangunan baru yang ada di sekitarnya.

        Selain itu ada 5 bangunan peninggalan yang terletak di ibukota Kyiv, 5 lagi di bagian utara Ukraina, yakni di kawasan Chernihiv, dimana di sana banyak memiliki bangunan peninggalan kuno yang sangat bersejarah.

        Merujuk kepada data yang dimiliki oleh UNESCO, Ukraina sendiri memiliki total 29 bangunan gereja, 14 bangunan peninggalan kuno yang bersejarah, 4 museum dan 4 monumen bersejarah, dimana semuanya kini telah dihancurkan akibat invasi Rusia tersebut.

        Dalam daftar yang ada, masih belum meliputi bangunan yang terletak di kota Mariupol atau pun yang berada di kawasan Kherson, yang kini telah diduduki oleh pihak satuan militer Rusia.

        Adapun bangunan bersejarah yang kini telah hancur, namun belum sempat dimasukkan ke dalam daftar bangunan peninggalan kuno yang bersejarah UNESCO oleh pihak Ukraina, meliputi gereja Saint Sophia Cathedral dan Kiev Pechersk Lavra.

        Dan untuk Kiev Pechersk Lavra sendiri, telah dimasukkan ke dalam daftar sementara bangunan peninggalan kuno bersejarah, yang juga menandakan jika pihak Ukraina hendak menjadikannya sebagai bagian dari peninggalan dunia.

        Media AFP yang mendapatkan surat langsung dari Sekretaris Jendral UNESCO, Audrey Azoulay pada tanggal 17 Maret lalu, di dalamnya juga sempat mengingatkan Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, bahwa merujuk kepada Konvensi Internasional yang ada, Rusia memiliki tangung jawab penuh untuk tidak menghancurkan bangunan peninggalan bersejarah yang ada saat melakukan serangan terhadap Ukraina.

        Audrey Azoulay mengatakan, “Barang siapa yang melakukan pelanggaran terhadap Konvensi Internasional, maka harus bertanggung jawab penuh terhadap dunia internasional”, hal ini juga menunjukkan jika pihak UNESCO memberikan perhatian yang besar atas apa yang telah terjadi terhadap Ukraina, khususnya berkenaan dengan penghancuran barang peninggalan bersejarah dunia.

Komentar

Terbarumore