History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Lo Chang-fa: Taiwan Memperhatikan Krisis Ukraina-Rusia

  • 29 March, 2022
  • 尤繼富
Lo Chang-fa: Taiwan Memperhatikan Krisis Ukraina-Rusia
Lo Chang-fa: Taiwan Memperhatikan Krisis Ukraina-Rusia

(Taiwan, ROC) --- Dalam pertemuan yang digelar pada tanggal 28 Maret 2022, perwakilan tetap Republik Tiongkok untuk Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) – Lo Chang-fa (羅昌發) menyampaikan keprihatinan serius Taiwan terhadap situasi yang terjadi di Ukraina akibat invasi Rusia. Ia menambahkan bahwa perang tersebut telah memperburuk ketahanan pangan dan merusak ketenteraman warga setempat. Lo Chang-fa mengimbau kepada Rusia untuk segera menghentikan aksi peperangan yang ada.

Dalam sebuah pertemuan informal yang dihelat oleh Dewan Umum WTO, Lo Chang-fa menyampaikan pidatonya bahwa Taiwan bersama dengan anggota lainnya merasa prihatin dengan krisis Ukraina-Rusia yang terjadi saat ini.

Dalam pertemuan tersebut, Lo Chang-fa menuturkan bahwa perang telah menewaskan sejumlah warga sipil, termasuk anak-anak dan perempuan, serta banyak sekolah dan rumah sakit porak-poranda. Tindakan tersebut tentu tidak dapat dibiarkan dari segi aspek mana pun. Oleh karena itu, dirinya mengimbau kepada Rusia untuk segera menghentikan aksi invasi mereka.

Lo Chang-fa menambahkan, mandat WTO mungkin tidak sejalan dengan visi peperangan. Namun, kondisi perang telah memperburuk rantai pasokan ketahanan pangan, serta merusak mata pencaharian dari para warga di negara bersangkutan. Ini adalah isu-isu yang sudah selayaknya diperhatikan oleh organisasi WTO.

Dirinya menyebutkan, seluruh mekanisme hukum di berbagai belahan dunia mengakui bahwa kesejahteraan umat manusia adalah prinsip tertinggi. Dalam sebuah laporan yang dirilis oleh WTO juga tertulis bahwa perlindungan nyawa manusia adalah prinsip tertinggi yang dijunjung oleh perjanjian WTO.

Lo Chang-fa menekankan, mengakhiri peperangan menjadi sangat penting bagi kemajuan visi WTO, serta kelancaran dari penyelenggaraan Konferensi Tingkat Menteri ke-12 (MC12). Apalagi keberhasilan dari rapat ini menjadi harapan yang dinanti-nantikan oleh semua anggota.

WTO menyampaikan, Rusia beranggapan bahwa WTO bukanlah organisasi untuk menyelesaikan permasalahan politik, melainkan memiliki tugas untuk mempromosikan nilai ekonomi dan meningkatkan standar kehidupan manusia. Dengan demikian, WTO harus meletakkan fokus pada bagaimana menyelesaikan permasalahan yang ada, ketimbang menciptakan persoalan yang baru.

“Kecuali WTO berniat untuk merusak sistem perdagangan multilateral yang sudah ada,” demikian lanjut Rusia.

Komentar

Terbarumore