History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Korea Utara: Hadapi Sanksi Baru, Sistem Alutsista ICBM Mampu Menangkal Amerika Serikat

  • 26 March, 2022
  • 曾秀情
Korea Utara: Hadapi Sanksi Baru, Sistem Alutsista ICBM Mampu Menangkal Amerika Serikat
Korea Utara: Hadapi Sanksi Baru, Sistem Alutsista ICBM Mampu Menangkal Amerika Serikat

(Taiwan, ROC) – Pihak Korea Utara pada hari Jumat tanggal 25 Maret kemarin menyampaikan bahwa pihaknya akan melakukan latihan pelepasan peluru kendali balistik antar benua atau Intercontinental Ballistic Missile skala besar terbaru atau ICBM, yang memamerkan kemampuannya dalam penggunaan senjata nuklir, guna menghadapi dan sekaligus menakuti pihak Amerika saat hendak melakukan aksi militer apapun.

Pihak Amerika menjawab bahwa pihaknya akan segera mengusung sanksi kepada Dewan Keamanan PBB terhadap sikap Korea Utara yang kini dianggap semakin memperbaharui dan memperkuat satuan kemiliterannya, sehingga mulai memberikan ancaman yang besar bagi dunia. Namun usungan ini tentu akan mendapatkan protes dan penolakan dari sekutu Korea Utara, yakni dari Daratan Tiongkok dan Rusia.

Sejak tahun 2017, pada hari Kamis tanggal 24 Maret, pihak Korea Utara kembali melakukan latihan pelepasan peluru kendali balistik antar benuia. Dari data kemampuan terbang yang ada, maka peluru yang dilepaskan kali ini mampu terbang lebih tinggi, dengan durasi waktu yang lebih panjang dibandingkan sebelumnya, dimana kemudian jatuh di perairan bagian barat Jepang.

Pakar menganalisis jika peluru yang diberi nama Hwasong-17 adalah jenis peluru yang memiliki daya kapasitas cairan peledak terbesar yang diluncurkan dari wilayah daratan. Dari jarak tempuh dan kapasitas yang dimiliki oleh Hwasong-17, dapat terliat jika pihak Korea Utara tengah memprogramkan persiapan berbagai jenis rudal lainnya, yang disebut mampu terbang menuju target yang diinginkan, atau bisa menjadi rudal pemancing yang mempengaruhi sistem senjata pertahanan yang ada.

Para pimpinan negara yang tergabung dalam Grup 7 atau G7 dan Uni Eropa mengecam tindakan latihan yang dilakukan oleh pihak Korea Utara, dimana kini menjadi sebuah ancaman terhadap perdamaian dan keamanan yang ada, selain itu juga akan berbahaya bagi maskapai penerbangan sipil dan juga kelancaran pelayaran kapal di laut. Secara bersamaan, mereka menyebutkan jika masing-masing pihak harus memberikan respon terhadap tindakan latihan pelepasan yang dilakukan tersebut.

Latihan pengujian pelepasan rudal terakhir kali yang dilakukan oleh pihak Korea Utara adalah pada tahun 2017, yang juga memicu sikap pemberian sanksi oleh Dewan Keamanan. Namun takkala pihak Amerika dan sekutunya tengah berhadapan dengan kemelut di Ukraina, ditambah lagi dengan adanya perbedaan sikap antara Daratan Tiongkok dan Rusia, maka membuat pihak Dewan Keamanan PBB sangat sulit memberikan respon.

Meskipun demikian, Duta Besar Amerika untuk PBB, Linda Thomas-Greenfield pada hari Jumat tanggal 25 Maret waktu setempat dalam rapat sidang Dewan Keamanan PBB, tetap mengajukan usungan untuk pemberian sanksi baru terhadap tindakan yang dilakukan oleh pihak Korea Utara.

Dewan Keamanan PBB melarang pihak Korea Utara untuk melakukan latihan pelepasan rudal dan sekaligus menjatuhkan sanksi berat. Meskipun pada tahun 2017, pihak Daratan Tiongkok dan Rusia juga menyetujui pemberian sanksi tersebut, akan tetapi sanksi terus diperlonggar, dengan tujuan agar pihak Amerika dapat kembali membuka negosiasi dengan pihak Korea Utara.

Komentar

Terbarumore