(Taiwan, ROC) -- Perang Rusia - Ukraina yang telah berlangsung hampir 1 bulan, tidak sedikit warga di dunia yang menyatakan kesediaan mereka menjadi tentara, mengharapkan agar bisa membantu Ukraina memenangkan perang ini. Warga Taiwan suku Amis bernama Wang Rui-ti (usia 35 tahun) menyampaikan surat permohonan menjadi tentara internasional ke kantor perwakilan Ukraina di Polandia, setelah melalui wawancara awal, saat ini masih menunggu pemberitahuan apakah akan diloloskan.
Anggota kaukus parpol KMT Liao Wanj-ju (廖婉汝) pada hari Selasa ini (22/3) dalam sidang interpelasi Yuan Legislatif menanyakan bagaimana pandangan PM Su Tseng-chang terhadap warga Taiwan yang mengajukan diri untuk menjadi tentara internasional. PM Su Tseng-chang merespons, generasi muda yang mengupayakan nilai universal sangat patut diakui, akan tetapi tidak perlu mendukung mereka berangkat berperang.
PM Su Tseng-cheng mengatakan220322-03, “Generasi muda Taiwan bersikap membela negara dan mengupayakan nilai universal patut diakui, akan tetapi tidak mendukung mereka untuk berangkat perang, tanggapan dari Menteri Pertahanan tidak mendukung adalah benar. Bantuan kemanusiaan perlu diupayakan, tetapi hal lainnya mendukung warga kami untuk berperang, hal ini dianggap belum perlu.”
Mengenai menjadi tentara internasional dan ikut berperang, beberapa negara tetangga seperti Jepang, dan Korea Selatan mengadopsi tindakan melarang. Anggota kaukus Liao Wan-ju bertanya apakah Taiwan juga akan mengambil sikap larangan bagi warga yang menjadi tentara internasional? PM Su Tseng-chang mengatakan, negara hukum di mana berbagai tindakan hukuman wajib disahkan oleh Yuan Legislatif.
Wamenhan Alex Po Horng-Huei mengatakan, Kemenhan akan terus mengamati perkembangan Ukraina, akan tetapi sikap Kemenhan bersikap netral dan tidak memberikan komentar serta bertekad mempersiapkan latihan tempur, karena inilah kewajiban kementerian pertahanan.