(Taiwan, ROC) - Taiwan menduduki peringkat nomor 1 di dunia selama sembilan tahun berturut-turut sejak 2013 untuk tingkat keparahan intrusi disinformasi dari kawasan luar, demikian berdasarkan hasil penelitian ilmiah Proyek Varieties of Democracy (V-Dem) dari Universitas Gothenburg Swedia.
Menurut survei V-Dem untuk 2021 yang baru saja dipublikasi, untuk salah satu faktor yang diperhitungkan, yakni keparahan intrusi disinformasi atau serangan berita hoaks dari kawasan luar, Taiwan mencatat tingkat paling tinggi, disusul oleh Latvia dan Palestina.
Tapi menurut Deputi Profesor Wang Yi-ting dari National Cheng Kung University yang mengikuti penelitian V-Dem, tingkat keparahan berita hoaks di Taiwan berjarak cukup besar dibandingkan kedua negara tersebut, menunjukkan kondisi intrusi disinformasi di Taiwan jauh lebih serius.
Wang mengingatkan warga Taiwan untuk meningkatkan kewaspadaan, dan mengimbau media massa untuk bersikap lebih berhati-hati dalam mengutip sumber berita agar tidak membantu penyebaran disinformasi.